Portal DIY

PMI Sleman Raih Predikat WTP 9 Kali Berturut-turut

148
×

PMI Sleman Raih Predikat WTP 9 Kali Berturut-turut

Sebarkan artikel ini
PMI Sleman Raih Predikat WTP 9 Kali Berturut-turut
Ketua PMI Sleman Dr dr Sunartono, M.Kes terima buku laporan WTP dari Auditor Akuntan Publik Gati Reditya Saputra (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Pengelolaan keuangan dan aset Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memperoleh predikat opini WajarTanpa Pengecualian (WTP). Dengan demikian, sampai saat ini, PMI Sleman sudah 9 kali berturut-turut meraih predikat WTP.

“Buku laporan hasil penilaian tersebut sudah saya serahkan ke PMI Sleman,” kata auditor Akuntan Publik Gati Reditya Saputra, Senin (22/4/2024).

Menurut Gati Reditya Saputra pihaknya telah melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan PMI Sleman periode akhir 31 Desember 2023. Hasilnya dinyatakan opini Wajar Tanpa Pengecualian berdasar pemeriksaan audit umum.

Dalam melakukan pemeriksaan, pihaknya menerapkan prosedur sesuai standar yang ditetapkan Ikatan Akuntan Publik Indonesia.

“Kami melakukan prosedur berdasar audit berbasis resiko yang sudah ditetapkan di awal. Sehingga pada saat pemeriksaan audit kita bisa langsung temui resiko yang mungkin didapati,” jelas dia.

Selanjutnya di akhir periode, akuntan publik melakukan pemeriksaan terhadap bukti dan kecukupan. Dari kompatibilitas bukti dinyatakan tidak ada temuan signifikan yang dianggap kecurangan maupun temuan buruk sehingga diberikan penilaian WTP.

PMI Sleman Raih Predikat WTP 9 Kali Berturut-turut
Sunartono (kiri) dan Gati Reditya Saputra (Brd/Portal Indonesia)

Menurutnya, laporan audit penting dilakukan untuk mengantisipasi tingkat kesalahan. Audit sendiri merupakan batas akhir entitas dalam melaporkan pada klien apakah sudah sesuai harapan atau belum. Terlebih, laporan keuangan juga akan dibaca oleh banyak pihak.

Gati juga berharap Predikat WTP yang diraih oleh PMI Sleman juga dilakukan oleh lembaga-lembaga lain. Karena dengan predikat tersebut, maka para pemakai laporan keuangan menjadi lebih percaya, karena lembaga tersebut sudah dipercaya oleh lembaga independen yang dipercaya oleh negara.

Sementara itu, Ketua PMI Sleman Dr dr Sunartono, M.Kes, mengatakan, meski PMI itu merupakan lembaga sosial, namun audit pengelolaan keuangannya dinilai sangat perlu. Sebab, dana yang dikelola PMI Sleman sebagian besar memang berasal dari masyarakat. Yang antara lain perolehan dari aksi Bulan Dana, serta bantuan dari berbagai pihak yang tidak mengikat.

“Baik dana yang dipergunakan untuk operasional maupun untuk biaya lainya, sebagian besar berasal dari masyarakat, sehingga pengurus PMI Sleman memiliki tanggung jawab moral untuk mempertanggung jawabkan ke publik,” kata Sunartono yang juga mantan Sekda Sleman tersebut.

Menurut Sunartono, raihan WTP bagi PMI Sleman bukan suatu tujuan. Melainkan sarana bagaimana mengelola organisasi bidang keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab kalau keuanganya sehat, maka berbagai program lainnya akan menjadi mudah pengembanganya.

Kemudian setelah meraih WTP hingga 9 kali berturut-turut ini, selain akan terus upaya mempertahankan predikat tersebut, PMI Sleman juga akan terus upaya meningkatkan kualitas produk darah dengan upaya meraih predikat Cara Pengolahan Obat dengan Baik (CPOB).

Dia mengungkapkan, selama ini PMI memperoleh anggaran dari berbagai pihak termasuk masyarakat lewat penggalangan Bulan Dana. Oleh karena itu sudah seharusnya jika publik mengetahui laporan keuangan yang telah mereka percayakan kepada PMI. (Brd)