PJID Nusantara Gelar Pelatihan Jurnalistik Pra UKW di Kota Langsa

PJID Nusantara Gelar Pelatihan Jurnalistik Pra UKW di Kota Langsa
Ketua Umum DPP PJID Nusantara, Ismail Sarlata.

LANGSA. portal-indonesia.com – Sebanyak 67 peserta mengikuti pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi Nusantara (PJID-N) di Gedung Virta Tirta Hall Kota Langsa, Minggu (17/10/2021). “Pelatihan Jurnalistik Pra UKW” sebagai tema dalam pelatihan ini.

Keenam puluh tujuh peserta tersebut, adalah jurnalis berasal dari beberapa provinsi, diantaranya Aceh, Sumut, Riau.

Mereka mengikuti pelatihan selama dua hari (Sabtu – Minggu, 16 – 17 Oktober 2021).

Di hari awal kegiatan, ada sejumlah rangkaian acara dibuka. Salah satunya adalah sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan oleh Wali Kota Langsa.

Selain itu, peserta mendapat pembekalan materi melaksanan tugas liputan tentang berbagai isu.

Di hari kedua, para peserta dibekali dengan pemahaman mendasar pluralisme di Indonesia yang dikupas sesuai kode etik dan standar profesionalisme untuk menghasilkan karya jurnalistik yang baik.

Para peserta dalam pelatihan tersebut mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitan pelatihan Jurnalistik.

Setiap pertanyaan langsung dijawab oleh Ketua DPP PJID-Nusantara (Ismail) dan Suryadi.

Suryadi, memaparkan setelah di Langsa akan terus dilanjutkan ke kabupaten lain di Aceh untuk mengadakan pelatihan Jurnalistik Pra UKW.

Berdasarkan berbagai riset yang dilakukan oleh PJID-N mencatat Aceh merupakan salah satu provinsi dengan angka Sumber Daya Manusia dan intoleransi yang cukup tinggi.

“Wartawan dan semua pengurus PJID yang punya santun dalam menjalankan tugasnya sebagai Jurnalistik baik dengan TNI-POLRI, Pemerintah dan Masyarakat,’ ,”ujar Pak Suryadi.

Sementara Ketua Umum DPP PJID Nusantara, Ismail Sarlata memaparkan tentang teknik pemberitaan, etika dan naskah, peran jurnalis sebagai mitra pemerintah, dan teknik reportase.

“Memiliki peran penting dalam penyebaran informasi di masyarakat. Melalui pelatihan ini, diharapkan para jurnalis yang mengikuti pelatihan mampu  membantu mengurangi ketegangan konflik dengan karya yang berkualitas dan bertanggung jawab”, jelas Ismail.

Ia mengajak peserta untuk mengingat kembali prinsip jurnalisme dan kode etik.

“Kami berharap, selepas pelatihan, para jurnalis dapat menghasilkan produk jurnalistik yang ramah keberagaman, mematuhi kode etik dan menjalankan prinsip-prinsip jurnalisme,” Ismail.

Tinggalkan Balasan

error: