Peristiwa Daerah

Pj Wako Hadiri High Level Meeting (HLM) & Capacity Building TPID Se-Sumatera Selatan

30
×

Pj Wako Hadiri High Level Meeting (HLM) & Capacity Building TPID Se-Sumatera Selatan

Sebarkan artikel ini
Pj Wako Hadiri High Level Meeting (HLM) & Capacity Building TPID Se-Sumatera Selatan
Penjabat (Pj) Wali Kota Lubuklinggau, H Trisko Defriyansa, menghadiri High Level Meeting (HLM) & Capacity Building TPID Se-Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Aryaduta

PALEMBANG – Penjabat (Pj) Wali Kota Lubuklinggau, H Trisko Defriyansa, menghadiri High Level Meeting (HLM) & Capacity Building TPID Se-Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (20/3/2024). Acara yang dihadiri langsung Pj Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Ketua TPID Provinsi Sumsel, A Fatoni, diselenggarakan sebagai langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1445 H/2024.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Ricky P Gozali, mengungkapkan bahwa Provinsi Sumsel saat ini meraih capaian inflasi pada Februari 2024 yang tercatat sebagai terendah kedua di Sumatera, yakni sebesar 0,01% (mtm). Namun, perlu diwaspadai potensi lonjakan inflasi selama bulan puasa dan Idul Fitri. Rata-rata inflasi selama periode tersebut sebelum pandemi adalah 0,54% (mtm).

“Jika melihat trennya, kelompok inflasi administered price dan volatile food menjadi penyumbang inflasi utama selama bulan puasa dan Idul Fitri, di antaranya Angkutan Udara, daging Ayam Ras, dan telur Ayam Ras. Dari delapan komoditas pangan yang diamati, tujuh di antaranya perlu diwaspadai karena terus mengalami kenaikan harga,” ujar Ricky.

Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, aneka cabai, dan bawang merah disorot sebagai komoditas yang berisiko mengalami kenaikan harga seiring dengan faktor-faktor seperti kenaikan permintaan, penurunan realisasi distribusi, dan penurunan pasokan akibat cuaca ekstrim.

Bank Indonesia bersama TPID Sumsel terus melakukan upaya pengendalian inflasi dengan mengacu pada kerangka 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, koordinasi dengan pihak terkait, dan komunikasi yang efektif.

Pj Gubernur sekaligus Ketua TPID Provinsi Sumsel, A Fatoni, dalam keterangan persnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang turut berkontribusi dalam menekan angka inflasi. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat, tingkat inflasi yang terkendali, dan transformasi digital menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat di Provinsi Sumsel.

Transformasi keuangan, digitalisasi daerah, dan koordinasi antarinstansi menjadi fokus untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi di masa yang akan datang.

Kehadiran para pejabat daerah dalam acara tersebut menyiratkan komitmen untuk bersama-sama mengatasi tantangan ekonomi yang dihadapi, menjaga stabilitas harga pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Sumsel. (Erwin)