Portal DIYOlahraga

Perbakin Sleman Optimis Kembali Raih Juara Umum di PORDA XVII DIY 2025

×

Perbakin Sleman Optimis Kembali Raih Juara Umum di PORDA XVII DIY 2025

Sebarkan artikel ini
Ketua Pengkab Perbakin Sleman Herwan Budi Sulistyo (kanan) didampingi Aris Widodo (Portal Indonesia/Brd)

SLEMAN – Kontingen Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kabupaten Sleman bertekat mempertahankan posisi juara umum Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY XVII 2025 di Kabupaten Gunung Kidul, September mendatang. Mereka optimis bisa meraih kembali juara umum seperti Porda ke XVI.

Keyakinan tersebut diungkapkan Ketua Pengkab Perbakin Sleman Herwan Budi Sulistyo, S.T didampingi Aris Widodo SH di sela pelepasan Kontingen ke Porda XVII DIY 2025 dan Peparda IV DIY 2025 di Pendopo Parasamya Komplek Kantor Bupati Sleman, Selasa sore (19/8/2025).

“Target kita adalah juara umum lagi,” ujar Herwan Budi Sulistyo.
Pria yang akrab disapa Mas Iwan menjelaskan, pada Porda XVI, petembak besutan Perbakin sukses meraup sebanyak 9 medali emas dari 11 yang diperebutkan.

“Untuk besok (Porda XVII DIY 2025), diperebutkan 17 medali emas, target kita dapat 10 medali emas,”jelasnya.

Menurutnya, tidak ada persiapan khusus jelang laga, namun latihan rutin dijalankan secara konsisten sehingga lebih optimis untuk kembali mengulang kemenangan.

Sejumlah atlet Perbakin Sleman (Portal Indonesia/Brd)

“Sejak Porda yang lalu kita sudah persiapkan untuk dua tahun kemudian, sehingga kita sudah yakin dan matang untuk persiapannya,” cetusnya.

Sebanyak 22 atlet akan berlaga pada tiga bidang pertandingan, meliputi tembak sasaran, reaksi danberburu. Pada Porda sebelumnya perolehan emas didominasi pada tembak sasaran dan tembak reaksi.

“Pada Porda kali ini kita mengirim sebanyak 22 atlet, terdiri 6 wanita dan 16 putra,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Sleman dalam sambutannya berharap Kontingen Sleman pada Porda XVII DIY 2025 berhasil mempertahankan juara umum dengan target 192 medali emas. Dikatakan Pemkab Sleman berkomitmen terus mendukung perkembangan olahraga.

“Diharapkan para atlet yang ikut berlaga di Porda dan Peparda, menunjukkan prestasi dan kemampuan terbaik dan tertinggi sebagai aktualisasi dari jerih payah latihan selama ini,” tutur Harda. (Brd)

Kiblat Bola
Jay Idzes saat membela Go Ahead Eagles
Berita

Jay Idzes masuk skuad Sassuolo menjelang FIFA Matchday November, sebuah kabar yang membuat pilihan di lini belakang Timnas Indonesia tetap terbuka. Statusnya di klub penting karena program tim nasional selalu bergantung pada kebugaran dan menit bermain pemain yang dipanggil.

Garudayaksa vs Persib: Adam Alis Menyelesaikan Drama Pakansari — PERSIB forward Mariano Peralta celebrates after scoring against Garudayaksa.
Berita

Persib tekan Persija di puncak klasemen Super League 2026/2027 dari jarak dua poin setelah delapan pertandingan. Persija mengoleksi 18 poin, sedangkan Persib berada pada 16 poin. Laga tandang ke Java United pada 8 November menjadi kesempatan menjaga tekanan tanpa perlu membuat perhitungan terlalu jauh.

PSIM vs Borneo FC
Berita

Borneo FC vs PSM Makassar pada 7 November di Stadion Segiri menjadi laga yang penting bagi dua tim dengan sembilan poin. Borneo baru memainkan tujuh pertandingan dan berada di posisi ke-12, sedangkan PSM sudah menjalani delapan laga di peringkat ke-13. Tuan rumah punya peluang memperbaiki posisi sekaligus menjawab masalah konsistensi.

jadwal bola malam ini Persebaya vs Persijap
Berita

Persija vs Persebaya pada Sabtu, 7 November pukul 19.00 WIB mempertemukan pemuncak klasemen dengan tim peringkat ketujuh. Persija membawa 18 poin dari delapan laga, sedangkan Persebaya mengumpulkan 13 poin. Laga di Jakarta International Stadium akan menguji kemampuan tuan rumah menjaga puncak dan ambisi tamu memangkas jarak.

Persib Bandung menang 2-0 atas Melbourne Victory
Berita

Java United vs Persib pada Minggu, 8 November pukul 19.00 WIB memberi Persib kesempatan menekan papan atas Super League 2026/2027. Persib berada di peringkat keempat dengan 16 poin, sedangkan Java United di posisi kesembilan dengan 10 poin. Perbedaan angka tidak membuat laga di Jatidiri menjadi sederhana.