Penipuan Dana Hibah Qatar Foundation Disinyalir Terjadi di Banyumas dan Sekitarnya

Penipuan Dana Hibah Qatar Foundation Disinyalir Terjadi di Banyumas dan Sekitarnya
Salah satu pengajuan proposal dana hibah dari Qatar Foundation melalui jasa broker di Banjarnegara (Foto : Tris/Portal lndonesia)

BANJARNEGARA – Sejumlah lembaga pendidikan dan panitia pembangunan tempat ibadah di wilayah Kabupaten Banyumas, Banjarnegara dan sekitarnya, mengeluhkan perihal proposal pengajuan dana yang ditujukan kepada Qatar Foundation melalui perantara atau broker.

Keluhan diantaranya ketidakjelasan kepastian pencairan dana hibah. Padahal mereka sudah mengirimkan proposal pengajuan dana melalui broker yang mengatasnamakan petugas lapangan dari Qatar Foundation dan Japan Foundation, termasuk sudah memberikan sejumlah uang transport dan lainnya dalam jumlah yang tidak sedikit.

“Setiap kami menanyakan kapan dana cair, dijawab petugas lapangan sedang proses dan suruh menunggu saja, tanpa kejelasan yang pasti,” ungkap salah seorang ketua pembangunan tempat ibadah di Banyumas yang malu disebut jati dirinya kepada awak media, akhir November 2021.

Ketua panitia pembangunan tempat ibadah tersebut mengatakan, pihaknya dijanjikan akan menerima dana pencairan sebesar Rp 2,5 Miliar yang kemudian dipotong sekian persen untuk broker.

Kemudian mendekati pencarian, broker meminta biaya sebesar Rp 450 ribu dengan alasan untuk pra bintek.

Namun ironisnya, setelah memberikan uang transportasi dan biaya pra bintek, informasi terkait kejelasan pencarian semakin tidak jelas. “Ini sudah lama kami mengajukan, sebenarnya malu juga. Bukan soal uang yang dikeluarkan, tapi takutnya ini cuma kedok untuk mencari keuntungan oknum mengatasnamakan pemberi dana hibah,” imbuhnya.

Sementara itu, AR, warga Legok, Kelurahan Rejasa, Kabupaten Banjarnegara yang disebut-sebut sebagai broker Qatar Foundation dan menarik sejumlah uang kepada calon penerima dana hibah, membenarkan hal tersebut.

“Saya tidak pernah meminta transport, namun jika dikasih ya diterima. Kalau terkait biaya pra bintek memang ada biayanya, dengan rincian untuk lembaga pendidikan Rp 650 ribu dan panitia pembangunan tempat ibadah sebesar Rp 450 ribu,” katanya saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/11).

Untuk pra bintek, lanjutnya, sudah dilaksanakan Agustus kemarin di Banjarnegara selama kurang lebih 3 jam dengan peserta mencapai ratusan. Sedangkan terkait pencairan dana hibah yang belum turun, dia beralasan hal itu lantaran Pandemi Covid-19.

“Untuk lebih jelasnya panjenengan kapan-kapan saya temukan dengan kakak saya yang lebih paham dan detail soal dana hibah tersebut,” ujarnya sembari mengatakan kakaknya itu adalah salah satu anggota DPRD setempat

Waspada Penipuan

Sementara itu, Lembaga Qatar Charity Indonesia atau Qatar Foundation Indonesia mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan lembaga tersebut.
Berkaitan dengan maraknya kasus penipuan terkait bantuan keuangan atau hibah yang mengatasnamakan Qatar Charity Indonesia, pihak Qatar Charity Indonesia menjelaskan beberapa informasi berikut.

Dalam akun Instagram resmi Qatar Charity Indonesia @qcharity_ind, pihak Qatar Charity Indonesia mengatakan bahwa lembaga tersebut tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses pengumpulan proposal atau penyeleksian proposal.

“Qatar Charity Indonesia saat ini TIDAK MEMILIKI bantuan berbentuk bantuan langsung tunai/berupa hibah uang tunai dan tidak pernah menggunakan perantara dalam pengumpulan atau pembuatan proposal. Setiap proposal dapat disampaikan langsung ke kantor Qatar Charity Indonesia baik datang langsung maupun lewat pos/jasa kurir lainnya,” tulis akun tersebut.

Qatar Charity Indonesia mengimbau agar masyarakat waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Qatar Charity Indonesia.

“Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat dan seluruh instansi Yayasan/Sekolah/DKM untuk waspada terhadap penipuan yang dilakukan pihak tertentu yang telah menggunakan nama Qatar Charity Indonesia/Yayasan QC Indonesia untuk meminta biaya dari pencari bantuan, dan Qatar Charity Indonesia akan bertindak tegas melawan penipuan untuk melindungi haknya, di hadapan pengadilan Republik Indonesia,” tegasnya.

Qatar Charity Indonesia meminta kepada masyarakat untuk menginformasikan kepada pihaknya jika menemukan kasus penipuan.

“Apabila menemukan kasus penipuan yang mengatasnamakan kami, silakan menghubungi satu-satunya korespondensi resmi Qatar Charity Indonesia di Duren Tiga,” tutupnya.

Qatar Charity Indonesia beralamat di Gedung Grand Duren Tiga, Lt. 3. Jl. Duren Tiga Raya No. 9, RT 002 RW 006. Kel. Duren Tiga, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12760. Telepon : +6221 – 2279 1862. (trs)

 

error: