SITUBONDO — Patroli Samapta Polres Situbondo berhasil mengamankan dua anak Punk yang terlibat dalam perkelahian di Situbondo.
Kejadian ini menyebabkan satu anak Punk mengalami luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth.

 

Dua anak Punk yang terlibat dalam perkelahian tersebut adalah RM (28) yang mengalami luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit, serta MR (24) yang diamankan di Mapolres Situbondo.

 

Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta AKP Sudpendi, S.H., menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, tanggal 27 Januari 2024, sekitar pukul 20.00 WIB.

Regu Patroli Samapta mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya perkelahian antara anak Punk di sekitar Alun-Alun Situbondo. Terangnya

Setelah tiba di lokasi, petugas Patroli menemukan perkelahian antara anak Punk yang mengakibatkan seorang korban luka. Korban luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth untuk mendapatkan perawatan, sementara satu anak Punk lainnya diamankan di Mapolres Situbondo dan diserahkan ke piket Satreskrim untuk proses lebih lanjut. Tambahnya

Selanjutnya, setelah meminta keterangan dari para saksi, diketahui bahwa perkelahian ini bermula dari pesta minuman keras yang diduga jenis arak, yang diperoleh dari pembelian di sebuah warung di Panji.

Berdasarkan keterangan para saksi, Tim Patroli Samapta langsung melakukan pemeriksaan ke lokasi warung yang menjual minuman keras di Wilayah Kecamatan Panji.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa 20 botol minuman keras jenis arak.

Penjual minuman keras tersebut, ZA (56), akan diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Dua anak Punk yang terlibat dalam perkelahian ini dalam keadaan mabuk setelah meminum minuman keras.
Setelah diselidiki, minuman keras tersebut dibeli di sebuah warung yang berlokasi di Kecamatan Panji.
Oleh karena itu, penjual arak tersebut akan diproses hukum. Sedangkan korban luka sudah dibawa ke Rumah Sakit dan anak Punk lainnya diserahkan kepada piket Reskrim untuk proses lebih lanjut terkait perkelahian,” tutup AKP Sudpendi.