Portal DIY

Pengelolaan Keuangan PMI Sleman Peroleh Predikat WTP Hingga 8 Kali

12
×

Pengelolaan Keuangan PMI Sleman Peroleh Predikat WTP Hingga 8 Kali

Sebarkan artikel ini
Pengelolaan Keuangan PMI Sleman Peroleh Predikat WTP Hingga 8 Kali
Ketua PMI Sleman DR dr Sunartono tunjukkan buku hasil audit (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Pengelolaan keuangan dan aset Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memperoleh predikat opini WajarTanpa Pengecualian (WTP) dari salah satu Kantor Akuntan Piblik . Dengan demikian, sampai saat ini, PMI Sleman sudah 8 kali berturut-turut meraih predikat WTP.

“Bahkan dari pemeriksaan kami, WTP yang diraih PMI Sleman tahun anggaran 2022 lalu dengan grade tertinggi atau tanpa catatan, dan buku laporan hasil penilaian tersebut sudah saya serahkan ke PMI Sleman,” kata auditor Akuntan Publik Inaresjz Kemalawarta, Ksmis (13/4 2023).

Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Inaresjz, pemberian predikat WTP sistem pengelolaan keuangan dan aset PMI Sleman hingga delapan kali berturut–turut tersebut, karena dari hasil audit yang kami lakukan, laporan keuangan dan aset yang dilakukan PMI Sleman, seluruhnya sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

“Dengan delapan kali berturut-turut meraih predikat WTP tersebut, berarti pengelolaan keuanganya sangat baik, sehingga kami berharap prestasi tersebut terus dipertahankan. Sehingga apabila suatu saat ada pergantian pengurus, maka penggantinya harus dipilih orang yang memiliki kopenten prima,” ujar Inaresjz.

Pengelolaan Keuangan PMI Sleman Peroleh Predikat WTP Hingga 8 Kali
PMI Sleman terus lakukan upaya donor darah (Brd)

Inaresjz juga berharap Predikat WTP yang diraih oleh PMI Sleman ini perlu juga dilakukan oleh lembaga-lembaga lain. Karena dengan predikat tersebut, maka para pemakai laporan keuangan menjadi lebih percaya, karena lembaga tersebut sudah dipercaya oleh lembaga independen yang dipercaya oleh negara.

Sementara itu, Ketua PMI Sleman Dr dr Sunartono, M.Kes, mengatakan, meski PMI itu merupakan lembaga sosial, namun audit pengelolaan keuangannya dinilai sangat perlu. Sebab, dana yang dikelola PMI Sleman sebagian besar memang berasal dari masyarakat. Yang antara lain perolehan dari aksi Bulan Dana, serta bantuan dari berbagai pihak yang tidak mengikat.

“Baik dana yang dipergunakan untuk operasional maupun untuk biaya lainya, sebagian besar berasal dari masyarakat, sehingga pengurus PMI Sleman memiliki tanggung jawab moral untuk mempertanggung jawabkan ke publik,” kata Sunartono yang juga mantan Sekda Sleman tersebut.

Menurut Sunartono, raihan WTP bagi PMI Sleman bukan suatu tujuan. Melainkan sarana bagaimana mengelola organisasi bidang keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab kalau keuanganya sehat, maka berbagai program lainnya akan menjadi mudah pengembanganya.

Kemudian setelah meraih WTP hingga delapan kali berturut-turut ini, selain akan terus upaya mempertahankan predikat tersebut, PMI Sleman akan terus upaya meningkatkan kualitas produk darah dengan upaya meraih predikat Cara Pengolahan Obat dengan Baik (CPOB), digitalisasi berbagai jenis layanan serta mengembangkan aneka pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepalangmerahan. (Brd)