Pengaspalan Jalan di Desa Sukorejo Kabupaten Semarang Disinyalir Dikerjakan Asal-asalan, Begini Kata Kades dan Camat Setempat

Pengaspalan Jalan di Desa Sukorejo Kabupaten Semarang Disinyalir Dikerjakan Asal-asalan, Begini Kata Kades dan Camat Setempat
Foto : Agus S/Portal Indonesia

SEMARANG – Kegiatan pembangunan jalan di Dusun Krajan RT 01 RW 01 dan Dusun Kalitulang RT 04 RW 02, Desa Sukorejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jateng yang bersumber dari Bantuan Provinsi diduga diselewengkan oleh aparat desa setempat.

Pengerjaan pengaspalan jalan yang mulai dilaksanakan sejak Juni 2022 tersebut, oleh Pemdes Sukorejo melalui TPK (Tim Pengelola Kegiatan) tersebut, bersumber dari Banprov berupa dua paket bantuan yang masing-masing nilainya sebesar 150.000.000 rupiah.

Namun ronisnya, dari temuan Portal Indonesia di lapangan, jalan tersebut cuma satu lajur yang dibagi menjadi dua wilayah desa tersebut.

Volume pengaspalan untuk wilayah Dusun Kalitulang sendiri seharusnya panjangnya 539 meter, tetapi baru dikerjakan sepanjang 150 meter, dan pekerjaan itu terhenti.

Tidak hanya itu, bahkan ditemukannya tekstur jalan yang sudah bergelombang dan tumbuhnya rumput liar di lokasi yang baru diaspal dan belum genap satu bulan.

Tak ayal, kondisi jalan yang baru di asal itupun dikeluhkan sejumlah warga. “Aspal baru tapi kok cepat rusak. Diinjak kendaraan roda empat ambles, di tengah jalan ditumbuhi rumput,” keluh warga

Pengaspalan Jalan di Desa Sukorejo Kabupaten Semarang Disinyalir Dikerjakan Asal-asalan, Begini Kata Kades dan Camat Setempat
Rumput tumbuh di atas aspal yang baru dikerjakan (Ags/Portal Indonesia)

Dihubungi di ruang kerjanya, Kepala Desa Sukorejo Ato’ilah menjelaskan jika untuk volume pengaspalan masih kurang banyak dan akan dipindahkan ke wilayah lain, karena di lokasi tersebut jalanya dibagi dua.

“Sepanjang 405 meter itu masuk wilayah Dusun Krajan RT 01 RW 01, dan yang 150 meter itu masuk Dusun Kalitulang RT 04 RW 02. Sementara untuk volume panjang dari pekerjaan di wilayah Desa Kalitulang masih ada sisa,” jelasnya

Dia menambahkan,  bahwa setelah disurvey, di wilayah yang baru ternyata tidak memungkinkan untuk dilakukan pengaspalan. Dikarenakan jalanya menikung, curam, dan tekstur tanahnya terlalu labil. Dikhawatirkan aspal akan cepat rusak.

Oleh karena itu, lanjut dia, TPK desa, tenaga ahli, tenaga pendamping desa, dan tokoh masyarakat berunding untuk mencari jalan keluar. Akhirnya diambil kesepakatan bahwa di lokasi yang akan diaspal diganti dengan rabat beton.

“Kami mengajukan ADENDUM ke Dinas PU Salatiga, untuk mengganti sisa volume aspal ke rabat beton, karena memang prosedurnya seperti itu. Kalau tidak mengajukan ADENDUM takutnya akan ada tenemuan oleh inspektorat dan kami tidak mau itu terjadi,” katanya

Addendum itu diajukan melalui Kecamatan dan dilanjutkan ke Dinas PU Salatiga. Tinggal menunggu ACC dari pihak PU.

“Kalau sudah di ACC maka kami akan segera melanjutkan pekerjaan dari sisa volume aspal yang tersisa dari Fusun Kalitulang menjadi rabat beton. Karena ini swakelola desa maka pekerjaan rabat beton akan dikerjakan oleh warga sendiri dengan sistem gotong royong atau kerja bakti,” lanjut dia

Dijelaskan Attoilah, proses pengaspalan berjalan selama lima hari dan semua sudah sesuai prosedur dan RAB yang ada. Untuk biaya pengaspalan sendiri pihak desa belum bayar, karena sudah perjanjian.

“Kami mau bayar kalau pekerjaan ini sudah di PHO dan diterima oleh dinas PU. Untuk masalah rumput kami sudah mengantisipasinya dengan melakukan penyemprotan obat pembasmi rumput. Tapi kenyataannya rumput masih bisa tumbuh. Dan untuk tekstur jalan yang begelombang, itu dikarenakan tekstur tanah di wilayah desa Sukorejo itu labil atau tanah gerak. Jadi agak kesulitan juga kalau hasil pengaspalannya harus rata sama seperti jalan yang tekstur tanahnya keras,” ujarnya

Sedangkan terkait dana bantuan, Attoliah mengatakan bahwa untuk keseluruhan dana bantuan di Kecamatan Suruh dilakukan melalui sistem CMS atau transfer ke rekening desa. Dan sudah ada aplikasinya yang bisa langsung dibuka oleh BPK dan KPK. Maka tidak ada sekarang kepala desa membawa uang cash.

“Aplikasi ini dibuat untuk meminimalisir terjadinya penyelewengan atau penyalah gunaan dana bantuan untuk desa. Semuanya sudah di atur oleh sistem,” pungkasnya

Terpisah, Camat Suruh, Budi Santosa membenarkan adanya penghentian penhaspalan jalan di dua Dusun di wilayah Desa Sukorejo.disaat ditemui wartawan portal Indonesia,

“Memang prosesnya dihentikan karena sedang pmengajukan ADENDUM untuk merubah sisa volume aspal ke rabat beton. Dan sekarang prosesnya sudah sampai Dinas PU. Tinggal menunggu tanda tangan dan ACC dari Kepala Dinas PU Salatiga. Apabila sudah di ACC maka akan segera dilakukan pekerjaan pengecoran rabat beton tersebut untuk menutup kekurangan dari volume pengaspalan di Dusun Kalitulang, _ benernya

Dia menambahkan, pekerjaan itu Swakelola Desa dan pengerjaanya dilakukan oleh warga desa sendiri dengan bergotong royong dan kerja bakti, (Ag’s)

error: