Penerima Bantuan PKH Lansia di Situbondo Pertanyakan Saldo Kosong

Penerima Bantuan PKH Lansia di Situbondo Pertanyakan Saldo Kosong

Penerima bantuan PKH, Arwiya, warga Tanjung Sari Timur Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.

Portal-Indonesia.com, Situbondo — Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bernama Arwiya, warga Tanjung Sari Timur Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo mengaku mendapatkan saldo kosong. Senin (26/04/2020)

“Sudah beruang kali saya mengecek saldo dana bantuan PKH lewat ATM, tapi selalu kosong,” ungkap Arwiyat.

Padahal wanita lansia berumur 60 tahun ini telah terdaftar sebagai penerima bantuan PKH sejak Agustus 2019 lalu.

“Saya telah terdaftar sebagai penerima bantuan PKH Lansia dari pemerintah pusat sejak bulan Agustus tahun 2019 lalu,” kata Arwiyat.

Saldo kosong ini, juga dialami oleh sejumlah penerima bantuan PKH lainnya yang ada di Desa Tanjung Kamal.

Mengetahui kondisi tersebut, menantu Arwiya yang bernama Holil (25) melapor kepada pendamping PKH dan TKSK Kecamatan Mangaran. “Saya melaporkan apa yang dialami mertua dan sejumlah warga lainnya, karena kejadian ini cukup aneh dan patut dipertanyakan,” ujar Holil.

Holil menambahkan, berdasarkan dari yang diketahui, kewajiban penerima PKH ada 4 komponen. “Pertama pendidikan, kesehatan, penyandang disabilitas berat, dan keempat adalah lansia,” imbuhnya.

Penerima Bantuan PKH Lansia di Situbondo Pertanyakan Saldo Kosong

Pendamping PKH Kecamatan Mangaran, Sarip, saat dikonfirmasi Portal-Indonesia.com, mengatakan Arwiya masuk di perluasan KPM 2019 yang validasinya di bulan Agustus 2019 dan rata rata yang divalidasi adalah KPM BSP.

“Sedangkan menurut aturan baru, Arwiya sudah tidak bisa dikatagorikan penerima bansos PKH di tahun 2020 karena yang masuk katagori penerima PKH Lansia itu usianya hurus 70 tahun,” bebernya.

“Meski tanpa laporan, secara otomatis diputus oleh pusat ke aplikasi pendamping PKH,” tambah Sarip. .

Menurut Sarip, rata rata KPM BSP ada beberapa yang tidak lagi mengambil KKS atau ATM di Bank karena sudah punya dan sudah otomaris ATM-nya terisi.

“Kami juga tidak pernah memegang kartu ATM milik Arwiya dan yang lainnya. Jadi untuk mengambil dana tersebut tidak mungkin kecuali di pinjamkan ke orang lain bisa saja terjadi,” papar Sarip.

Sarip juga mengatakan, bahwa pihaknya telah menyarankan saat keluarga Arwiya menelepon untuk mengecek BSP-nya.

“Hal itu sudah bukan tugas atau ranah kami. Biar pendamping TKSK (Lutfi) melapor ke pihak pemerintah dan kemungkinan bisa berhasil dapat bantuan. Tapi tidak serta merta satu bulan langsung dapat, itu butuh proses,” tutupnya.

Sementara itu, pendamping TKSK Kecamatan Mangaran, Lutfi mengatakan dirinya sudah menjelaskan secara detail kepada keluarga Arwiya, bahwa saldo nol itu juga dialami oleh banyak warga Tanjung Kamal lainnya. “Hal ini, sudah kami laporkan setiap bulannya ke pusat melalui Korda. Kita hanya bisa menunggu kebijakan pusat,” katanya.

Reporter: Zuhdi
Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: