Penanggulangan Banjir di Kecamatan Ayah Tak Cukup Hanya Dikasih Paket Sembako

Penanggulangan Banjir di Kecamatan Ayah Tak Cukup Hanya Dikasih Paket Sembako
Tokoh masyarakat di Kecamatan Ayah menunjukkan abrasi yang terjadi di Kali Bodo (Wahyudin/Portal Indonesia)

KEBUMEN – Banjir di wilayah Kecamatan Ayah dan sekitarnya menyisakan pekerjaan rumah untuk para pemangku kebijakan di Kebumen dan harus butuh perhatian khusus dari pemerintah daerah, bagaimana cara mengatasi banjir supaya tidak terjadi lagi dan terulang kembali.

Seperti yang di sampaikan perwakilan masyarakat Kecamatan Ayah Moh Bahrun, terjadinya banjir di Kecamatan Ayah dan sekitarnya ini setelah terjadinya normalisasi Sungai Bodo (ijo) dan tidak dibarengi pembenaran atau normalisasi, sungai – sungai yang bermuara ke Kali bBodo, seperti sugai dari Jatijajar, Demangsari, Bulurejo,- Mangunweni, Candirenggo, Bulurejo.- Candirenggo, Kalisari, Pringtutul, Gebangsari

“Kali Bodo harus segera dinormalisasi dari Kecamatan Rowokeke, pPringtutul, Wonoharjo bahkan ada 3 sungai dari Banyumas dan 3 sungai dari Cilacap,” bebernya

Dikatakannya, Kali bBodo itu harus dinormalisasi karena sudah terjadi abrasi jarak mencapai 3 kilo meter, bahkan hampir sampai aset sekolahan yang tadinya jarak dengan kali bodo ratusan meter sekarang tingal jarak 2 meter bisa merobohkan bangunan sekolahan di kecamatan Ayah.

Lanjut Bahrun, penanganan banjir di Kecamatan Ayah tidak cukup hanya dikasih mie instan, telur, beras dan nasi bungkus. “Partai politik juga jangan tebar pesona pencitraan cuma membagi mi instan dan telor, tapi bagaimana cari penyebabnya dan cara menangulanginya. Anggota dewan dan Pemda seharusny duduk bareng bersama dinas terkait jangan cuma pencitraan saja cari penyebabnya apa dan cara menangulanginya,” harapnya

Seperti juga di sampaikan Sekretaris Desa Candirenggo Muslimin, akibat bencana banjir berimbas juga dengan permasalahan SPPT ada namun tanahnya tidak ada hilang entah kemana, tapi disinyalir sungai kali bodo abrasi ke wilayah Ayah jadi daratannya berpindah ke wilayah kabupaten Cilacap, termasuk TPI Jetis itu sebagian masuk wilayah Kebumen.

Lanjut Muslimin termasuk daratan ditengah sungai Nusa itu di peta masuk kebumen sekarang diklaim sepihak oleh kabupaten Cilacap, pulau Momongan ini juga masih sengketa dan diharapkan dari kabupaten mengandeng propinsi supaya bisa memediasi terkait sengketa ini.

“Untuk menormalisasi sungai kali bodo kita juga harus melibatkan TNI AD supaya tahu mana sebenarnya batas antara kabupaten Kebumen dan Cilacap karena sungai kali bodo sudah bergeser jauh, karena menurut peta desa kali bodo itu lurus tidak belok seperti saat ini karena abrasi, sehingga tanah di wilayah kecamatan Ayah banyak yang hilang dan menjadi berpindah ke wilayah Cilacap, kita bisa cek peta desa yang dahulu,” ungkap muslimin. (Wah)

error: