Portal Sumsel

Pemprov Sumsel Kirim Ekspor Komoditas Pertanian 16,61 Ton dengan Nilai Rp 244,4 Milyar

235
×

Pemprov Sumsel Kirim Ekspor Komoditas Pertanian 16,61 Ton dengan Nilai Rp 244,4 Milyar

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sumsel Kirim Ekspor Komoditas Pertanian 16,61 Ton dengan Nilai Rp 244,4 Milyar
Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto

PALEMBANG –Di penghujung tahun 2021 ini, Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) mengirimkan ekspor komoditas pertanian sebanyak 16,61 ton dengan nilai Rp244,4 milyar ke sejumlah negara.

Hebatnya, meski di tengah pandemi covid-19 saat ini, belasan ton komoditas yang diekspor tersebut rupanya hasil dari lahan pertanian di berbagai daerah di Sumsel yang dikumpulkan hanya dalam kurun waktu dua pekan belakangan ini.

Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto, mengatakan, ekspor tersebut dilakukan sebagai langkah dan komitmen Pemprov Sumsel dalam mendorong peningkatan target ekspor komoditas pertanian sebesar 300 persen yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pelepasan ekspor akhir tahun ini menjadi tekad kita dalam mendorong peningkatan ekspor sebanyak 3 kali lipat. Ekspor komoditas pertanian ini menjadi salah satu andalan kita untuk meningkatkan kesejahteraan para petani,” kata Herman Deru usai melepas ekspor komoditas pertanian di Sumsel di kawasan PT Berkat Makmur Kontainer, Kamis (30/12).

Menurutnya, Sumsel memang memiliki potensi yang sangat besar dalam peningkatan ekspor khususnya di sektor pertanian.

“Sumsel ini kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Selain pertanian, kita juga memiliki kekayaan mineral dan batubara. Dan ini memang harus dikelola dengan baik sehingga mendorong peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.

Diketahui, sejak awal kepemimpinannya, Gubernur Herman Deru memang berkomitmen memberikan akses terhadap hasil pertanian di Sumsel.

Termasuk juga masif melakukan pembangunan dan peningkatan infrastruktur agar proses pendistribusian komoditas pertanian menjadi lancar. Disamping itu, infrastruktur yang baik tentu akan menekan biaya distribusi sehingga penghasilan masyarakat semakin meningkat.

“Setinggi apapun harga dan banyaknya hasil panen tidak akan menjamin meningkatkan ekonomi masyarakat tanpa didukung infrastruktur yang baik. Infrastruktur tersebut menentukan besaran biaya dalam pendistribusian komoditas yang kita hasilkan,” terangnya.

Namun, dia menjelaskan, upaya peningkatan ekonomi melalui ekspor tersebut tentu tidak akan bisa tercapai jika hanya dilakukan perorangan. Sebab itu, lanjutnya, semua pihak harus terlibat dan saling bekerjasama agar upaya tersebut dapat maksimal.

“Kekayaan SDA tersebut akan sia-sia tanpa pengelolaan yang benar. Ini dibutuhkan peran semua pihak karena upaya ini bukan hanya untuk kepentingan institusi dan individu tapi seluruh masyarakat Sumsel. Sinergitas yang saling mengisi harus dibangun,” paparnya.

Apalagi, kedepan Sumsel akan memiliki pelabuha samudra Tanjung Carat yang akan semakin mempermudah Sumsel melakukan ekspor.

“Tanjung Carat sedang berjalan. Jika pelabuhan itu selesai, maka secara otomatis ekspor di Sumsel semakin meningkat,” sebutnya.

Hal itu juga perlu dukungan keamanan yang baim. Dimana keamanan, memiliki peranan penting dalam peningkatan ekspor tersebut.

“Keamanan itu penting dan harus mulai tingkat bawah. TNI dan Polri harus juga bergerak bersama untuk melakukan pengamanan,” imbuhnya.

Dia menilai, saat ini Sumsel sudah cukup berhasil dalam meningkatkan ekspor tersebut.

“Sejauh ini hasilnya sudah terlihat namun memang harus kita tingkatkan terus. Tugas kita selanjutnya adalah memberikan informasi. Karena masih banyak masyarakat di pelosok yang belum tahu produk pertanian apa yang bisa dijual. Informasi soal potensi ekspor ini harus diketahui petani,” ujarnya.

Dengan begitu, maka petani dapat turut berupaya memperbaiki mutu produk pertanian tersebut sehingga memiliki nilai ekspor.

“Saya ingin stake holder terkait terus memacu peningkatan kualitas agar semua komoditas pertanian Sumsel layak ekspor. Beri edukasi kepada para petani,” tukasnya.

Sementara Kepala Balai Karantina Kelas 1 Palembang Hafni Zahara mengatakan, ekspor tersebut dilakukan sebagai langkah meningkatkan ekonomi daerah.

“Dua tahun ini belakangan bukan masa yang mudah bagi ekonomi kita. Namun dari sektor pertanian, terobosan terus dilakukan Kementan dan kepala daerah sehingga peningkatan ekonomi melalui ekspor ini terus berjalan hingga saat ini,” katanya.

Langkah tersebut, lanjutnya, sebagai akselerasi gerakan 3 kali ekspor yang tengah digaungkan.

“Untuk tahun 2022, akan diadakan lagi 3 kali ekspor di 34 pelabuhan termasuk di Sumsel dengan tema Gebyar Ekspor. Semua langkah itu tentunya didukung dengan pengawalan keamanan dari Polri dan TNI,” pungkasnya.

Diketahui, berbagai komoditas pertanian asal Sumsel diekspor mulai dari kopi, kelapa, karet dan dan lainnya. Secara nasional sebanyak 1,3 juta ton komoditas pertanian senilai 13,72 triliun di kirim 34 pintu ekspor.

Turut hadir, Kapolda Sumssl Irjen Pol Toni Harmanto, Wakapolda Sumsel Brigjen Rudi Setiawan, Kapoksahli Kodam II Sriwijaya Brigjen TNI Bayu Haritomo, Kepala BPS Sumsel Zulkifli, GM Pelindo Imam Rahmiyadi, Direktur PT Berkat Makmur Kontainer Hasan Yosunarto, Direktur Keuangan PT Berkat Makmur Kontainer Alfian Yosunarto, GM Berkat Makmur Kontainer Toni Wahyudin, dan Manager Area Terminal Peti Kemas IPC Adi Saputra (Hadi ST)