Portal Jateng

Pemkab Sleman Lakukan Inovasi Gerakan Pemutakhiran Data Kartu Keluarga (Gapura Datuk)

21
×

Pemkab Sleman Lakukan Inovasi Gerakan Pemutakhiran Data Kartu Keluarga (Gapura Datuk)

Sebarkan artikel ini
Pemkab Sleman Lakukan Inovasi Gerakan Pemutakhiran Data Kartu Keluarga (Gapura Datuk)
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo serahkan hasil data Inovasi Gapura Datuk kepada salah satu pelajar SMPN 4 Pakem (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Dalam rangka mendorong pemutakhiran data kartu keluarga, Pemkab Sleman melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bekerjasama dengan SMP Negeri 4 Pakem melakukan Inovasi Gerakan Pemutakhiran Data Kartu Keluarga (Gapura Datuk).

Hasil Inovasi Gapura Datuk tersebut diserahkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada perwakilan siswa SMPN 4 Pakem pada acara wisuda purnasiswa SMPN 4 Pakem di Performance Hall FBSB Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu, (25/6/2023).

Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sambutanya, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pertama-tama mengucapkan selamat kepada 162 peserta didik SMPN 4 Pakem yang telah menyelesaikan studi tingkat menengah pertama.

Ia berpesan kepada siswa, dengan diserahkannya hasil inovasi ini, nantinya data siswa sudah diperbaharui di dalam Kartu Keluarga dan setelah mendapat KTP di usia 17 tahun, siswa dapat mengakses layanan publik dan hak sebagai warga negara dewasa.

“Dengan diserahkannya hasil inovasi Gapura Datuk ini, saya berpesan kepada siswa SMPN 4 Pakem dan juga generasi muda Kabupaten Sleman agar semakin sadar akan arti pentingnya tertib administrasi kependudukan, sehingga setelah usia 17 harus segera memproses kartu Tanda Penduduk miliknya.

Pemkab Sleman Lakukan Inovasi Gerakan Pemutakhiran Data Kartu Keluarga (Gapura Datuk)

Lebih lanjut, Kustini juga berharap dengan adanya inovasi GAPURA DATUK ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat untuk segera memperbaharui data kependudukan sesuai kondisi terkini agar memudahkan urusan yang berkaitan dengan data kependudukan kedepannya.

“Saya berharap inovasi Gapura Datuk bisa dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat agar sesegera mungkin memperbaharui data kependudukan sesuai kondisi terkini agar dapat memudahkan dalam mengakses berbagai pelayanan publik,” jelasnya

Kustini menambahkan, anak udia 16-18 tahun seharusnya sebagian besar berstatus tamat SLTA yang berarti sudah memiliki KTP. Akan tetapi, berdasar data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pemkab Slemn, anak lulusan SLTA di Sleman yang telah memiliki KTP baru sekitar 27,35%. Oleh karenanya, kesadaran administrasi

Kependudukan perlu ditanamkan sejak dini, sehingga sewaktu-waktu berhak memiliki data kependudukan, terus dapat mengusrusnya dan menyimpan dengan baik dokumen kependudukan yang dimiliki secara baik, benar, lengkap, dan mutakhir.

“Sebab, dengan data yang mutakhir bermanfaat dalam mengakses pelayanan pada instansi maupun usaha yang menggunakan data Dukcapil secara terintegrasi,” tegasnya. (Brd)