Peduli Korban Erupsi Semeru, PSHT Jember Donasikan 261 Juta

Peduli Korban Erupsi Semeru, PSHT Jember Donasikan 261 Juta
PSHT Cabang Jember Menyalurkan Donasi Korban Erupsi Semeru

JEMBER. Portal-Indonesia.com  Pengurus Cabang Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Jember hari ini (08/12) meninjau langsung dan salurak donasi korban erupsi gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Berdasarkan rilis resmi PSHT cabang Jember, menyalurkan sejumlah bantuan berupa uang tunai sejumlah Rp. 224.000.000, kasur tipis 20 paket, selimut 200 paket, beras 1,5 ton, baju layak pakai 1 truck, air mineral 1000 dus, pembalut wanita 456 pak, pampers bayi 200 dus, susu bayi dan mie instan 10 paket, masker 2 box, dan segala macam obat-obatan. sembako, pakaian dan peralatan tidur kepada para pengungsi.

Ketua PSHT Cabang Jember Djono Wasinudin menyampaikan bahwa doronga kuat terjun membantu korban erupsi semeru sesuai dengan falsafah di PSHT “Urip Iku Urup”  yang mempunyai makna “hidup itu semestinya membuat nyala“.

“Maksud dari nyala sendiri yaitu di artikan positif, yaitu memberi manfaat bagi kehidupan di sekitarnya karena hidup di dunia selain harus mampu menghidupi diri sendiri juga harus mampu menghidupi orang lain, mengayomi orang lain, membantu orang lain, mempermudah urusan orang lain” tegas Djono.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Muhammad Khotib, aktivis PSHT yang begitu eupsi semeru menjadi yang pertama bisa menembus pengungsian darurat di sebelah timur jembatan gladak perak yang ambruk.

Guru SMKN 2 Jember tersebut menambahkan, PSHT Cabang Jember Pusat Madiun merasa terpanggil dengan  menggalang bantuan dari 33 Ranting PSHT se – Jember, 4 Komisariat, dan 1 DKP untuk saudara-saudara kita akibat erupsi gunung semeru di Lumajang.

“Kami sebagai warga PSHT wajib ber-empati untuk menolong dan membantu dengan sekuat tenaga seta meringankan beban korban erupsi semeru” imbuh Khotib.

Seperti diketahui dan menjadi latar belakang rilis PSHT cabang Jember, pada Sabtu (04/12) sekitar pukul 15.00 WIB, letupan Awan Panas Guguran (APG) membumbung ke angkasa hingga mencapai 11 kilometer. Peristiwa itu sempat membuat langit di Kabupaten Lumajang berubah gelap karena dipenuhi debu vulkanik.

“Sedih rasanya melihat saudara-saudara kita di Lumajang yang kehilangan keluarga dan harta benda” imbuh Djono sedih.

error: