Portal Jatim

Owner Baiti Jannati Dilaporkan, Diduga Gadaikan Sertifikat Rumah Pembelinya

95
×

Owner Baiti Jannati Dilaporkan, Diduga Gadaikan Sertifikat Rumah Pembelinya

Sebarkan artikel ini
Owner Baiti Jannati Dilaporkan, Diduga Gadaikan Sertifikat Rumah Pembelinya
Ahmad Saleh (depan) warga Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, bersama Heri Sulistyo warga Jakarta mendatangi Mapolres Situbondo, Jumat (14/4/2023). 

SITUBONDO – Diduga menggadaikan sertifikat rumah tanpa sepengetahuan pemilik sertifikat, MHG Owner Baiti Jannati dilaporkan Ahmad Saleh warga Sumberkolak ke Mapolres Situbondo, Jumat (14/4/2023).

Ahmad Saleh mengatakan, perumahan Baiti Jannti itu berada dibawah naungan PT. BDB yang berkedudukan di Situbondo.

Saleh juga mengatakan bahwa dirinya mengetahui bahwa sertfikatnya digadaikan setelah mendesak MHG untuk memberikan sertifikat tanah dan rumah yang sudah dibelinya. Tetapi sejak pelunasan uang hingga tahun ini, sertifikat itu belum juga diterimanya.

“Saya membeli rumah sejak tahun 2019. Sampai sekarang sertifikatnya belum juga saya terima, ternyata sertifikat saya sudah digadaikan kepada orang lain,” kata Saleh.

Saleh menceritakan, untuk pembelian rumah di Baiti Jannati 1 Sumberkolak, dengan cara membayar uang muka Rp150 juta. Sedangkan sisanya akan diangsur Rp5 juta perbulan hingga kurun waktu dua tahun/sampai lunas.

Tetapi realita dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Sebab MHG selalu berhutang kepadanya, sehingga rumah yang dibelinya itu lunas sebelum waktunya.

“MHG sering pinjam uang kepada saya hingga pelunasan rumah saya akhirnya lunas sebelum waktunya. Soalnya ditutupi dengan hutang MHG kepada saya karena waktu itu saya masih menganggapnya teman, ya saya biarkan saja,” kata Saleh.

Seiring berjalannya waktu, Saleh mulai meminta sertifikat rumah tersebut untuk proses balik nama. Sayangnya sertifikat yang diminta tidak dikasih dengan alasan hilang.

Habis itu Saleh meminta agar sertifikat tersebut diurus. Namun MHG selalu beralasan sibuk meskipun sudah menyatakan sikap akan mengurus kehilangan sertifikat tersebut.

Ketika menanyakan kembali terkait sertifikat itu, lanjut Saleh,MHG masih berdalih prosesnya lama. “Setelah didesak beberapa kali, sertifikat saya tidak hilang. Tetapi digadaikan kepada orang lain,” kata Saleh.

Begitu mengetahui sertifikatnya dijadikan jaminan ke orang lain, Saleh meminta MHG untuk bertanggung jawab agar segera mengembalikannya dan menyerahkan sertifikat tersebut.

“MHG selalu bilang siap untuk mengurus sertifikat yang digadaikan. Tapi ini sudah bertahun tahun belum juga selesai. MHG juga sulit sekali dihubungi, kayak yang menghindar dari saya,” tegas Saleh.

Oleh sebab itu, Saleh memilih jalur hukum agar sertifikatnya bisa terselamatkan dan HG bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Saleh berharap pihak kepolisian bertindak tegas dan cepat agar kasus yang telah dilaporkannya tidak berlarut-larut.

“Saya sempat tanya kasus saya tentang sertifikat, alasannya banyak kasus yang ditangani sehingga kasus ini belum terselesaikan. Sekarang, saya bawa orang yang menerima sertifikat ke polisi sebagai saksi saya. Semoga saja, polisi bertindak,” tutup Saleh. (kim)