Portal Jatim

Nugroho Widodo : Penyidik Diminta Temukan Bukti Perencanaan Pembunuhan dalam Kasus Carok Tanjung Bumi

155
×

Nugroho Widodo : Penyidik Diminta Temukan Bukti Perencanaan Pembunuhan dalam Kasus Carok Tanjung Bumi

Sebarkan artikel ini
Nugroho Widodo : Penyidik Diminta Temukan Bukti Perencanaan Pembunuhan dalam Kasus Carok Tanjung Bumi
Sosok diduga pengacara Hasan Tanjung kecam polisi yang menetapkan pasal pembunuhan berencana dalam kasus carok. (Dok. Youtube)

MADURA – Kasus carok yang melibatkan Hasan dan Mawardi di Tanjung Bumi Bangkalan telah menarik perhatian publik dan banyak kalangan pengacara ternama yang menyayangkan vonis hukuman yang dijatuhkan kepada kedua tersangka.

Salah satu pengacara ternama, Nugroho Widodo, mengomentari kasus ini dengan mengkritik kepolisian yang dianggapnya terlalu berlebihan dalam menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Hasan dan Mawardi.

Menurut Nugroho, hukuman tersebut seharusnya tidak diberlakukan karena tindakan mereka hanya spontan dalam membela diri dan menjaga harga diri.

Kasus carok di Tanjung Bumi Bangkalan ini memicu kontroversi antara pasal 340 dan pasal 184 KUHP. Sebelum menyimpulkan pasal mana yang dapat diterapkan terhadap Hasan, seorang penyidik wajib menemukan bukti perencanaan pembunuhan. Salah satu bukti yang dapat digunakan adalah percakapan Hasan yang terdapat dalam chat. Namun, tanpa bukti lainnya, seperti rekaman percakapan yang menunjukkan rencana pembunuhan tersebut, sulit bagi penyidik untuk memastikan apakah pasal 340 KUHP dapat dijeratkan kepada Hasan. Paparnya

Nugroho Menambahkan “ Dalam hal ini, penyidik juga perlu memperhatikan pasal 184 KUHP yang menyebutkan tentang perkelaian tanding yang menyebabkan kematian. Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa sebelum terjadi carok, banyak saksi yang melihat adanya pelanggaran pasal 82 dan pasal 182 KUHP yang dilakukan oleh matanjar. Mengambil perspektif ini, pulangnya Hasan untuk mengambil celurit dapat dipahami sebagai bentuk membela diri dan menjaga harga diri. Tindakan tersebut juga merupakan respons yang mungkin terjadi jika Hasan tidak kembali ke lokasi yang ditantang oleh matanjar.

Penting bagi penyidik dan kepolisian untuk melakukan analisis yang lebih teliti terkait bukti-bukti yang ada. Uji materi, uji balistik, dan uji forensik juga harus dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Semua bukti tersebut penting dalam menentukan pasal pidana yang dapat diterapkan terhadap tersangka. Tegasnya

Kasus carok Tanjung Bumi Bangkalan ini menjadi pembelajaran bagi penyidik dan kepolisian dalam memastikan bahwa keputusan hukum yang dijatuhkan didasarkan pada analisis bukti yang valid dan kuat. Penggunaan bukti forensik dan balistik yang tepat juga memperkuat keabsahan penuntutan terhadap pemanggilan tersangka. Pungkas Nugroho