Natalan Paroki Wonosari, Kesederhanaan Gembala Jadi Teladan Bersama

Natalan Paroki Wonosari, Kesederhanaan Gembala Jadi Teladan Bersama
Romo Nobertus Sukarno Siwi, Pr berkati gua kandang sebagai miniatur Perayaan Misa Natal (Ist)

GUNUNGKIDUL – Perayaan Natal 2021 Umat Katolik Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari, Gunungkidul -DI Yogyakarta berlangsung dengan protokol kesehatan ketat dan khidmat.

Perayaan Natal dilaksanakan di lima lokasi, yakni Gereja induk Wonosari dan empat tempat kapel wilayah setempat mulai Jumat malam Natal (24/12/2021) dan puncaknya pada Sabtu (25/12/2021).

Perayaan Natal  tahun ini mengusung tema “Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan”,  mengajak seluruh umat Katolik membangun persaudaraan sejati dengan seluruh ciptaan di bumi.

“Mari teladani kesederhanaan sebagai makna Natal ini. Kristus lahir di kandang yang inklusif (terbuka) bagi siapa saja yang hendak datang mulai dari raja, sampai orang biasa,” ajak Romo Paroki Wonosari, Norbertus Sukarno Siwi Pr, membuka hikmah vigili Natal.

Sikap para gembala, disebut Romo Siwi, sungguh menjadi teladan sebagai orang pertama yang mantap dan terbuka menerima kelahiran Yesus. Kesetiaan itu ditunjukkan pada kesigapan menjaga Yusuf,  Maria dan Yesus.

“Tidak semua orang sanggup menjadi gembala memelihara ternak yang bermacam-macam jenis peliharannya dari mulai berbau dan kotor. Inilah tantangan nilai kesetiaan untuk kita zaman sekarang,”  kata Romo Siwi.

Natalan dirayakan dengan pembatasan jumlah umat lingkungan dan pemberlakuan prokes secara ketat. Ekaristi Natal dilaksanakan di satu gereja induk dan empat kapel wilayah Kapel Ngeposari, Semanu, Tepus, dan Kapel Baran Rongkop.

Ketua Panitia Natal 2021 Paroki Wonosari, FX Broto Murdopo mengapresiasi kesiplinan umat  memberlakukan prokes selama mengikuti perayaan sampai puncak Natal. Umat  Paroki Wonosari  bersyukur banyak pihak yang mendukung pelaksanaan Natal kali ini  berjalan lancar.

Dengan banyak pihak terlibat membantu kelancaran lalulintas dan pengamanan, baik itu Polres Gunungkidul, Kodim Gunungkidul, Lintas OPD Pemkab, Pramuka Kwarcab, Banser NU, PMI, Satgas Puan PDI Perjuangan, dan banyak ormas lain yang turut menjaga keamanan ibadah.

Refleksi Pandemi dan Gerakan Sosial

Broto mengatakan perayaan Natal  juga menjadi ruang umat  merefleksikan hidup selama dua tahun menghadapi kondisi dunia dilanda Covid-19. Melalui tayangan video pendek diproduksi tim kreatif dan kader muda Komsos Paroki, umat diajak menyaksikan kenyataan beratnya menjalani hidup pada masa pandemi.

Menurutnya, semangat solidaritas dan belarasa harus terus digalang umat Katolik. Dengan berbagai gerakan, salah satunya  aksi sosial dengan penggalangan beras. Beras terkumpul dari setiap kepala keluarga Katolik selanjutnya akan diperuntukkan bagi keluarga kaum lemah, miskin, tersingkir, dan difabel sebagai gerakan sapaan kasih. (bms)

error: