Hukum & KriminalPortal DIY

Motif Pelaku Mutilasi Korban di Sleman Karena Terlilit Utang Pinjol

10
×

Motif Pelaku Mutilasi Korban di Sleman Karena Terlilit Utang Pinjol

Sebarkan artikel ini
Motif Pelaku Mutilasi Korban di Sleman Karena Terlilit Utang Pinjol
Tersangka klitih (kanan) diamankan aparat Polresta Sleman (Brd/Portal Indonesia)

YOGYAKARTA- Polisi mengungkap identitas pelaku maupun motif pembunuhan keji lewat cara mutilasi atas korban AI atau Ayu Indraswari di penginapan kawasan Pakem, Sleman.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra, mengatakan tersangka pelaku pembunuh Ayu diketahui bernama Heru Prastiyo (23). Pelaku pembunuhan sadis itu merupakan warga Temanggung. Keseharian sebagai buruh harian lepas.

Pelaku tega memutilasi korban Ayu karena alasan ingin menguasai harta milik korban.”Alasan yang bersangkutan melakukan pembunuhan untuk menguasai harta milik korban, dikarenakan tersangka terlilit utang pinjol dari tiga aplikasi senilai Rp 8 juta,” papar Kombes Nuredy dalam jumpa pers di halaman Direskrimum Polda DIY, Rabu (22/3/2023).

Menurutnya keinginan untuk mendapatkan uang dengan cepat itulah yang memicu tersangka menghabisi seorang perempuan warga kampung Ngadisuryan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta itu.

Pengakuan pelaku Heru ingin menguasai harta korbannya itu diperkuat dengan beberapa barang yang sudah sempat dijual saat melarikan diri ke Temanggung, seperti sebuah handphone milik korban yang sudah dijual.

Sementara sepeda motor korban Honda Scoopy belum sempat dilego. “Yang sudah berhasil terjual yakni satu unit handphone milik korban (dijual) seharga Rp 600 ribu,” sebutnya.

Polisi menyebut antara pelaku dengan korban sudah saling kenal dan sempat beberapa kali berhubungan layaknya suami istri.

Sedangkan mengenai motif menghabisi korbannya lewat cara mutilasi, kata Kombes Nuredy, sesuai keterangan tersangka yaitu untuk menyembunyikan jejak pembunuhan.

Tersangka Heru, semula punya rencana membuang potongan tubuh korbannya ke saluran pembuangan di toilet tempat keduanya menginap. Sedangkan tulang korban berencana akan dibawa menggunakan ransel yang sudah disiapkan.

“Memutilasi alasannya menyembunyikan jejak, bagian tubuh korban akan dibuang di septic tank atau toilet dan tulang akan dibawa menggunakan ransel yang sudah disiapkan untuk dibuang,” katanya.

Hanya saja, lanjut Kombes Nuredy, karena pekerjaan membutuhkan waktu lama dan saat itu sudah pukul 20.00 malam, akhirnya tersangka Heru berubah pikiran untuk melarikan diri. (bams/brd)