Momen Hari Air Dunia Ke 30, Bupati Gus Irsyad Dorong Potensi Wisata Lokal ‘Bendung Girang’ di Kraton

Momen Hari Air Dunia Ke 30, Bupati Gus Irsyad Dorong Potensi Wisata Lokal 'Bendung Girang' di Kraton
Bupati Pasuruan bersama jajaran dan instansi lain, saat menebar benih ikan ke anak sungai Bendung Girang

PASURUAN – Dalam rangka untuk mengisi di Hari Air Dunia yang ke 30 tahun, Bupati Pasuruan, H.M Irsyad Yusuf mengunjungi tempat wisata baru yakni Bendungan Girang yang berlokasi di Desa Slambrit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (14/4) siang.

Selain Bupati Irsyad bersama Wakilnya KH Abdul Mujib Imron (Gus Mujib), turut hadir dalam kunjungan itu diantaranya Kajari Pasuruan Ramdhanu Dwiyantoro, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang yakni Hari Apriyanto, beberapa OPD, Camat Kraton dan lainnya.

Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab dipanggil Gus Irsyad itu ingin mendorong semua potensi wisata yang ada di Pasuruan salah satunya seperti wisata Bendungan Girang yang ada di Desa Slambrit tersebut.

Dengan bertemakan ‘Setetes Air Sejuta Kehidupan’, secara simbolis Bupati Irsyad bersama rombongan melakukan penanaman bibit pohon dan juga pelepasan benih ikan ke aliran sungai.

“Memang yang kita dorong potensi-potensi desa seperti inilah yang mestinya dimanfaatkan untuk sarana wisata masyarakat, sehingga tidak harus jauh-jauh keluar daerah. Terkadang waktu kita kecil tidak diperhatikan, padahal ketika kita beri sentuhan sedikit aja bisa menarik,” kata Bupati Pasuruan.

Seperti yang disampaikan Gus Irsyad, hal itu dimaksudkan untuk mempertahankan keberlangsungan sumber daya air, sekaligus memanfaatkannya sebagai tempat wisata edukasi bagi masyarakat.

“Dari awal konsep kita selain untuk mempertahankan keberlangsungan sumber daya air kita, sisi lain juga harus dimanfaatkan untuk potensi wisata lokal. Ini tadi kita berikan support bantuan sebagai pemantik seperti perahu, dan tentu nanti tokoh-tokoh masyarakat atau pemuda bisa memanfaatkan”, ujarnya.

Guna meningkatkan segala potensi yang ada ditengah masyarakat, dalam hal ini pihak pemerintah sendiri juga siap memberikan dukungan diantaranya soal penunjang sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Dan tentunya, hal itu menurut Gus Irsyad juga tidak terlepas dukungan dari masyarakat sekitar baik dalam hal semangat bergotong royong, maupun kepeduliannya dalam menjaga segala fasilitas yang ada secara bersama-sama.

Lebih lanjut Bupati Irsyad berharap, “Disini kita sebagai pemantik aja, dan sekali lagi berharap ada ide-ide kreatif dari para pemuda, sehingga muncul semacam kerumunan ekonomi, entah itu melalui kulinernya dan yang jelas nantinya itu bisa membawa manfaat bagi masyarakat”, pungkasnya.

Mengutip penjelasan dari Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang yaitu Hari Apriyanto melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebelumnya, dikatakan bahwa Bendung Girang itu merupakan salah satu bendung peninggalan jaman Belanda.

Yang mana kontruksi tebingnya sendiri masih dalam kondisi kuat dan kokoh, serta memiliki kren dum atau mercu bendung yang bertrap-trap sehingga menambah keunikan tersendiri bagi Bendung Girang.

Bukan hanya itu, Bendung Girang hingga saat ini juga memberikan manfaat lain bagi irigasi untuk mengairi persawahan yang tercatat kurang lebih ada seluas 503 hektare area persawahan milik warga. (Eko/Gha)

error: