Menjelang Malam 21 Ramadhan, Komunitas Jum’at Berkah Santuni 30 anak Yatim

Menjelang Malam 21 Ramadhan, Komunitas Jum'at Berkah Santuni 30 anak Yatim
Tampak deretan anak yatim yang dihadirkan dan diberikan santunan oleh komunitas Jum'at Berkah.

KOTA MALANG – Semakin mendekati hari Raya Idul Fitri, kegiatan santunan kepada anak yatim dan Dhuafa semakin banyak di gelar oleh berbagai elemen masyarakat. Pada hari ini, Komunitas Jum’at Berkah juga tidak ketinggalan untuk berbagi dan gelar santunan kepada 30 anak yatim. Jum’at (22/04/2022)

Dari pantauan portal-indonesia.com di lokasi santunan anak yatim di Jl. Cendana Bawah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, acara di mulai pada pukul 15.00 Wib. Acara yang juga di suport langsung oleh Peduli Malang, Santri Jalanan, Gus Rocker, Kidnep (Flanella), Gubuk Sufi dan masih banyak lagi. Tiap anak yatim mendapatkan paket bingkisan dan sejumlah uang, acara ditutup dengan ceramah yang disampaikan oleh Gus Rocker dilanjutkan berbuka puasa bersama.

Menurut Rudi Handoyo selaku ketua Komunitas Jum’at Berkah ” syukur alhamdulillah pada sore ini kami bisa selenggarakan santunan kepada 30 anak yatim. Untuk bingkisan dan sejumlah uang ini kami dapat dari anggota dan donatur. Meskipun dari segi jumlah uang mungkin tidak banyak, namun kami yakin sanrunan ini akan sangat berharga bagi anak yatim yang juga berhak untuk merayakan Idul Fitri dengan kebahagiaan “.

” Komunitas Jum’at Berkah sendiri sebetulnya belum genap berusia setahun, atau lebih tepatnya masih 10 bulan. Namun kegiatan kami sudah lumayan banyak. Sebagai contoh kami juga punyai enam anak asuh di daerah Lumajang, merekaadalah dari keluarga korban erupsi gunung Semeru. Untuk enam anak asuh ini kami menyampaikan santunan baik berupa sembako dan sejumlah uang di tiap dua bulan sekali”.

” terakhir kami ucapkan terimakasih sebesar – besarnya kepada komunitas, serta pengisi acara yang dengan sukarela mau hadir sekaligus menyemarakkan acara santunan ini. Untuk program yang terdekat, Insyaallah setelah Idul Fitri kami akan melaksanakan khitanan masal.” Pungkas pemuda ini. (Junaedi)

error: