Menjalankan UMKM Budidaya Tanaman Anggrek dikala Pandemi Covid-19

Menjalankan UMKM Budidaya Tanaman Anggrek dikala Pandemi Covid-19
Purnomo Aji Pamungkas bersama Nara Sumber - Dokumen Pribadi for Portal Indonesia

OPINI – UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008. Biasanya UMKM mempunyai penggolongannya sendiri berdasarkan batasan omzet per tahun, jumlah kekayaan atau aset, serta jumlah karyawan yang dimiliki badan usaha tersebut.

Salah satu UMKM yaitu belorchid. UMKM ini berfokus pada usaha budidaya dan jual beli tanaman anggrek. Usaha ini terletak di desa manjung yang biasanya terkenal dengan desa penghasil mi so’on di Kec. Ngawen, Kab. Klaten, Jawa Tengah. Nama pemiliknya adalah Nobel Akbar.

Belorchid ini menjual berbagai jenis tanaman anggrek mulai dari yang masih bibit atau anakan sampai yang sudah menghasilkan bunga. Harganya tentu saja bervariasi tergantung umur tanaman tersebut semakin besar akan semakin mahal dan juga dilihat dari jenis jenisnya semakin indah bunga yang dihasilkan akan semakin mahal.

Menurut pemiliknya, Nobel Akbar, beliau mendirikan usaha ini hanya sebatas mencari kegiatan saja dikala pandemi covid menyerang. Menurut beliau daripada dirumah saja tidak menghasilkan apapun akhirnya beliau belajar terlebih dahulu bagaimana cara merawat tanaman anggrek dengan baik dan benar melalui saudaranya dan juga melalui beberapa media online. Saat beliau sudah memahami “ohh seperti ini  ternyata cara merawat anggrek” dan setelah itu beliau berani membuka usahanya sendiri dengan modal yang seadanya karena disaat pandemi seperti ini harga tanaman hias lumayan melonjak.

Agar usahanya tidak berhenti dikala pandemi menyerang ia mengiklankannya melalui media online dan juga menawarkannya ke berbagai orang yang ditemuinya bahkan ia telah memiliiki pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia “tentu saja untuk pelanggan yang jauh saya menggunakan jasa pengiriman kalo untuk pelanggan yang dekat bisa menggunakan sistem cod” ujar Nobel Akbar. Dan juga ia menerapkan strategi segmentasi pasar yang dimana ia menargetkan produknya hanya untuk orang orang tertentu yang memiliki kesukaan tersendiri dengan tanaman anggrek, mengikuti beberapa komunitas penyuka tanaman anggrek, dan menjalin hubungan dengan beberapa petani anggrek. Dengan begitu usahanya akan terus berjalan dikala pandemi saat ini.

“kalau untuk yang spesies perawatannya memang lumayan susah dan memerlukan skill khusus tetapi kalau untuk yang biasa atau anggrek hybrid cukup mudah biasanya untuk ibu ibu penyuka anggrek” ujarnya. “untuk yang hybrid hanya dengan menyiraminya secara teratur saat media mulai kering secukupnya saja dan juga memberinya sinar matahari yang cukup namun jangan sampai terkena sinar matahari langsung” imbuhnya. Cukup mudah bukan merawat tanaman anggrek namun tetap saja memerlukan kejelian khusus agar tanaman anggrek yang dirawat tidak mati begitu saja.

Memang pandemi covid ini tidak selalu membawa dampak buruk bagi pelaku usaha contohnya usaha budidaya anggrek ini, dengan adanya pandemi yang mengharuskan masyarakat dirumah saja malah membuat jumlah permintaan terhadap tanaman anggrek meningkat lebih pesat dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

Namun tetap saja kita sebagai masyarakat umum berharap kalau pandemi ini cepat berakhir agar dapat merasakan kembali euforia euforia sebelum terjadinya pandemi yang membatasi gerak masyarakat. Maka dengan itu diharapkan untuk saat ini masyarakat harus tetap mematuhi protokol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat agar pandemi ini segera berakhir.

 

Penulis : Purnomo Aji Pamungkas. (Mahasiswa S1 Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)

error: