Portal Jateng

Mengulik Kedung Londo Mati, Tempat di Area Playground Jogokali yang Tak Boleh Disentuh

23
×

Mengulik Kedung Londo Mati, Tempat di Area Playground Jogokali yang Tak Boleh Disentuh

Sebarkan artikel ini
Mengulik Kedung Londo Mati, Tempat di Area Playground Jogokali yang Tak Boleh Disentuh
Warga menunjukkan papan larangan masuk ke area Kedung Londo (Fauzi/Portal Indonesia)

PURWOREJO – Terdapat sebuah lokasi yang memiliki kisah mistis dan menarik bagi masyarakat jika berkunjung dilokasi wisata alam Playground Jogo Kali, yang berada di sebelah timur Bendungan Boro, Sungai Bogowonto, ikut Desa Kedungsari Kecamatan/Kabupaten Purworejo,Jawa Tengah. Lokasi itu bernama Kedung Londo Mati.

Lokasi kedung itu berada tak jauh dari pendopo kuliner, dan berada ditengah lokasi yang digunakan sebagai wahana off roud dan taman bunga Playground Jogo Kali.

Playground Jogo Kali sendiri merupakan salah satu alternatif wisata edukasi di Kabupaten Purworejo dengan menawarkan beberapa pengalaman menarik seperti sarana off road, camping ground, wisata edukasi peternakan, gardu pandang, taman bunga, permainan anak dan kuliner.

Salah satu pengelola yang juga warga Desa Kedungsari, Ihsan Sumarno, mengisahkan, Kedung Londo Mati merupakan saluran air atau sungai hasil resapan air dari Heroes Park Desa Kedungsari. Dulunya aliran air itu cukup deras dan kedung itu memiliki kedalaman yang sangat dalam. Seiring waktu berjalan, akibat peristiwa alam, aliran sungai itu menjadi kecil dan kini kedung tak lagi dalam lantaran telah teruruk oleh material tanah sekitar dan lokasi itu menjadi dangkal yang kemudian dimanfaatkan sebagai lahan pertanian oleh warga dan kini dikelola sebagai lokasi wisata alam Playground Jogo Kali.

“Kedung itu pernah dijajaki kedalamnya menggunakan bambu petung satu batangpun itu tidak sampai dasar atau belum mentok, dan menurut cerita para orangtua dulu, kenapa dinamakan Kedung Londo Mati, kedung itu dulu untuk pembuangan para penjajah Belanda. Jadi mungkin yang dulu bermusuhan dengan warga desa Kedungsari dibunuh dan dibuang dikedung tersebut, makanya sampai sekarang dikatakan sebagai Kedung Londo Mati,” kata Ihsan Sumarno, saat ditemui dilokasi pada Kamis (11/5/2023) malam.

Diceritakan, Kedung Londo Mati itu memiliki kisah mistis dan dianggap angker oleh warga setempat. Banyak ditemui hal hal aneh dan tak masuk nalar oleh warga yang datang dilokasi itu.

“Untuk keangkeran Kedung Londo Mati tergantung kepercayaan masing masing. secara saksi mata ada yang pernah melihat ada ikan tanpa daging, hanya duri dan kepala saja, lalu ada ikan yang sangat bagus, dan banyak hal lain yang ditemui warga. Kemudian ada saksi mata yang sampai sekarang masih ada, hanya saja dia itu tuna rungu tidak bisa bicara, dia pernah dikejar seperti bola api dan dia sempat sakit selama 6 bulan, namun sekarang alhamdulillah sudah sembuh dan bisa berbaur dengan masyarakat kembali,” kisahnya.

Bagi warga desa atau siapapun yang datang dilokasi itu, dianjurkan untuk tidak melakukan hal- hal yang tidak baik, agar tidak terjadi hal- hal yang tidak dinginkan.

“Mengarah sopan santun kehidupan kita di dunianyata, artinya kita tidak boleh melakukan sesuatu yang melanggar, seperti kencing sembarangan otomatis tidak diperbolehkan, ucapan dengan kata- kata tidak senonoh, dan bagi yang ingin berwisata di Playground Jogo Kali ini disarankan untuk diawali dengan berdoa dulu atau istilah jawa kulonuwun, berdoa agar diberikan keselamatan dari segala gangguan dan rintangan,” pesanya.

Muhammad Edi Suryanto selaku Owner Jogo Kali Group, mengatakan, cerita rakyat secara turun temurun tentang Kedung Londo Mati yang dalam dan angker itu juga pernah didengar olehnya. Bahkan dirinya melakukan off roud untuk membuka jalan, juga mengalami keanehan. Mobil yang dikendarainya tiba- tiba mengalami mesin mati saat melintasi Kedung Londo Mati.

“Kemarin saya bersama mbah Marno, saat off roud buka jalan ditanjakan yang tidak ada 1 meter ini, mobil tiba- tiba mesin mati, loker tidak hidup, terus win tidak hidup. Saya panik terus saya ulang- ulang jadi penasaran kok ga bisa hidup, lalu telp mbah Marno, terus ditarik oleh mobil lain, sampai atas mobil dihidupkan bisa nyala lagi. Lalu percaya tidak percaya saat melewati ini apakah halusinasi saya seperti mendengar suara perempuan itu kaya berkata jangan, jangan maksude jangan melintas, namun saya tetap melintas, dan itu saya ulangi lagi yang kedua tidak bisa lagi, ditarik lagi, tak ulang lagi hingga ada kejadian mata saya yang sebelah seperti mati, dan saya merasa oh berarti saya memang melanggar, sudah diingatkan masih saja melanggar,” katanya.

Muhammad Edi Suryanto atau yang akrab disapa Kyai Merah beranggapan, secara ilmiyah Kedung yang dulu dalam dan kini telah teruruk masih bisa membahayakan karena bisa ambles jika dilalui kendaraan. Oleh karena dirinya akan memberikan papan peringatan agar pengunjung tidak melintasi atau melewati Kedung Londo Mati itu.

“Biar untuk kehati- hatian dan biar tidak terjebak ini, nanti saya pagar besi dan temen- temen yang wisata di Playground Jogo Kali sini biar bisa nyaman. Terus nanti kita bisa ceritakan bareng mbah Marno, pak Sarjono, atau warga lain disini, ada banyak cerita mistis itu, tapi saya akan pager lokasi ini karena dulu bekas kedung jadi mesti ambles biar tidak kejebak disini, jadi jika yang datang ke Playgroud itu bener- bener menjadi wisata yang gembira, fress pikiran, dan kegiatan sehari- hari menjadi optimal. Untuk kenyamanan dijamin, yang membuat jalur dari temen- temen IOF, pokoknya dijamin, kenyamanan dan keamanan sudah dipertimbangkan dan yang paling penting untuk awal sebelum star kita wajib berdoa dulu,” jelasnya.( Fauzi)