Portal Jatim

Mengenal Apa Itu Pseudoefedrin Dan Dampak Penyalahgunaan

42
×

Mengenal Apa Itu Pseudoefedrin Dan Dampak Penyalahgunaan

Sebarkan artikel ini
Mengenal Apa Itu Pseudoefedrin Dan Dampak Penyalahgunaan

PASURUAN — Pseudoefedrin merupakan obat dekongestan yang biasanya digunakan untuk meredakan peradangan pada hidung seperti hidung tersumbat yang dapat disebabkan oleh flu, batuk pilek, alergi, sinusitis, dan bronkitis.

Pseudoefedrin juga merupakan obat golongan prekursor, dan apa itu prekursor?. Prekursor adalah zat atau bahan pemula yang berguna untuk industri farmasi, pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayan Kesehatan.

Namun, prekursor dan obat yang mengandung prekursor Farmasi adalah bahan obat yang juga dapat disalahgunakan untuk pembuatan narkotika dan psikotropika illegal, termasuk produk antara, produk ruahan dan obat yang mengandung Efedrin, Pseudoefedrin, Norefedrin (fenilpropanolamin), Ergometrin, Ergotamin atau Kalium Permanganat.

Obat prekursor jenis pseudoefedrin terdiri dari dua golongan, yaitu golongan obat bebas terbatas dan juga golongan obat keras.

Pseudoefedrin bekerja pada reseptor α dan β2 adrenergik, yang menyebabkan vasokontriksi dan relaksasi otot polos di bronkus dan memiliki kemampuan untuk merangsang reseptor jantung yang dapat menimbulkan efek seperti peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik dan peningkatan denyut jantung sehingga penggunaannya harus dipantau dan digunakan secara berhati-hati.

Pseudoefedrin dapat disalahgunakan, seperti menggabungkannya dengan alkohol. Praktik ini sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan overdosis karena efek stimulasi dari pseudoefedrin dapat meredam efek alkohol, membuat seseorang lebih mungkin untuk minum lebih banyak dari biasanya.

Beberapa orang juga percaya, bahwa mengkonsumsi Pseudoefedrin dapat menurunkan berat badan, dan terdapat atlet yang menyalahgunakan obat tersebut untuk meningkatkan kesadaran mereka dan membuat mereka “dipompa” sebelum kompetisi.

Struktur kimia pseudoephedrine hydrochloride sangat mirip dengan metamfetamina, yang mana metamfetamin dapat menghasilkan efek halusinogenik motorik yakni obat yang memiliki efek dapat mempengaruhi pada sistem saraf pusat dan dengan penggunaan yang lama dapat menyebabkan gangguan mental yang serius.

Penggunaannya dapat menyebabkan kecanduan, dan dengan demikian metamfetamina dapat dengan mudah dibuat dari pseudoefedrin melalui proses sintetis.

Dampak penyalahgunaan pseudoefedrin dalam jangka pendek seperti penurunan berat badan, insomnia (susah tidur), ketergantungan hingga kecanduan. Sedangkan efek jangka panjangnya pada orang yang menyalahgunakan pseudoefedrin, yaitu dapat merasakan euphoria (perasaan senang yang berlebihan), peningkatan kewaspadaan, peningkatan energi, sensasi kesemutan yang menyenangkan, mudah marah, mata merah, kehilangan nafsu makan, dilatasi pupil (pembesaran pada pupil).

Sebagai masyarakat yang bijak, mari kita hindari perbuatan penyalahgunaan tersebut. Gunakan obat-obatan atau bahan obat sesuai dengan ketentuan dan kegunaanya yang dapat memberikan manfaat dan kesembuhan. Jangan merugikan diri sendiri dan orang-orang sekitar dengan menyalahgunakan prekursor.

Sumber :
Głowacka, K., & Wiela-Hojeńska, A. (2021). Pseudoephedrine—benefits and risks. International Journal of Molecular Sciences, 22(10), 5146.

Munafò, A., Frara, S., Perico, N., Di Mauro, R., Cortinovis, M., Burgaletto, C., … & Bernardini, R. (2021). In search of an ideal drug for safer treatment of obesity: The false promise of pseudoephedrine. Reviews in Endocrine and Metabolic Disorders, 22(4), 1013-1025.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2010 TENTANG PREKURSOR

Sohn, J. S., & Choi, J. S. (2021). Development and evaluation of pseudoephedrine hydrochloride abuse-deterrent formulations using thermal modified rice starch. International Journal of Biological Macromolecules, 182, 1248-1258. (*)

Ditulis Oleh:
Farah Kamila Salsabila, S.Farm