Nasional

Megawati Tunjuk Ganjar Pranowo Sebagai Calon Presiden 2024 Dari PDI P

11
×

Megawati Tunjuk Ganjar Pranowo Sebagai Calon Presiden 2024 Dari PDI P

Sebarkan artikel ini
Megawati Tunjuk Ganjar Pranowo Sebagai Calon Presiden 2024 Dari PDI P

JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ditunjuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden Pilpres 2024.

“Maka pada pukul 13.45 WIB dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, menetapkan Ganjar Pranowo menjadi Gubernur Jawa Tengah sebagai kader dan pengurus partai untuk meningkatkan tugasnya menjadi calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” katanya dalam siaran pers konferensi di Istana Batu Tulis, Bogor, Jumat (21/4/2023).

Selanjutnya, Megawati menunjuk Puan Maharani dan Prananda Prabowo untuk lebih intens bertemu dengan membahas strategi menghadapi Pemilu 2024.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta seluruh anggota dan kader menyikapi capres dan cawapres yang akan diusung partai berlambang banteng putih moncong sebagai bagian dari dinamika politik nasional.

Di sisi lain, Hasto menegaskan, Megawati Soekarnoputri mampu menentukan kapan akan mengumumkan capres dan cawapres yang diusungnya.

“Semua kader partai harus mempersiapkan diri, baik secara ideologis maupun struktural.”

“Karena sewaktu-waktu Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri bisa menemukan momentum yang tepat untuk mengumumkan calon definitif yang akan diusung partai,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima , Jumat.

“Kami tegaskan kembali bahwa keputusan calon presiden PDI Perjuangan akan diumumkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri pada saat yang tepat,” lanjutnya.

Bicara soal momentum yang tepat, Hasto mengatakan bisa ditentukan kapan saja.

Namun tetap dengan pertimbangan yang matang seperti melihat dinamika dunia dan nasional hingga kriteria kepemimpinan.

Hasto sendiri mengungkapkan, PDIP melihat banyak momentum sejarah dan ideologis yang sangat penting untuk masa depan saat ini di masa mendatang.

Misalnya, pada 20 Mei, Hasto mengungkapkan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tidak hanya ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional, tetapi juga bertepatan dengan berdirinya Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pada 20 Mei 1965.

“Lembaga strategis ini berfungsi menjadi Kawah Candradimuka bagi para pemimpin. Baik sipil, militer, golongan, fungsional profesional, pusat, daerah, dan semuanya berbaur menjadi calon pemimpin yang memiliki kesadaran geopolitik. “

“Ini salah satu contoh momen sejarah yang ada,” jelasnya.

Selain itu, ada bulan Juni yang dikenal dengan Bulan Bung Karno yang juga dianggap Hasto menjadi momen penting karena setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

“Pancasila terbukti menjadi alat pemersatu bangsa, karena melekat pada falsafah, landasan, tujuan, dan pandangan hidup bangsa,” ujarnya.

Kemudian, Hasto juga menyebutkan momen penting lainnya adalah pada bulan Agustus yang dinilainya sarat dengan nilai-nilai perjuangan sosial-nasionalisme karena pada bulan tersebut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta.

“Makanya, Partai DPP harus selalu siap dan menunggu perintah yang ada. Selalu siap berarti selalu berada di tengah-tengah masyarakat, menggalang kekuatan rakyat. “

“Oleh karena itu, lebih baik kita turun membantu rakyat, daripada hanya berwacana. Politik PDI Perjuangan berpijak pada rakyat,” ujarnya.