Portal JatimPortal Sumsel

Masyarakat Terdampak Seismik 3D di Betung Raya Abab Tuntut Ganti Rugi

18
×

Masyarakat Terdampak Seismik 3D di Betung Raya Abab Tuntut Ganti Rugi

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Terdampak Seismik 3D di Betung Raya Abab Tuntut Ganti Rugi
Saat masyarakat dalam pertemuan yang membahas tuntutan ganti rugi atas kegiatan Seismik 3D yang dilaksanakan PT Daqing Citra PTS, bertempat di Gedung Serba Guna Gelora Abab, Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Pali, Sumsel. 

PALI SUMSEL. portal-ndonesia.com – Masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Betung Raya Abab Bersatu (FMBRAB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), menuntut ganti rugi kepada PT. Daqing Citra PTS.

Pasalnya, kegiatan Seismik 3D yang dilaksanakan oleh PT. Daqing Citra PTS selaku mitra kerja PT Pertamina EP di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pali, telah menimbulkan dampak lingkungan dan resah masyarakat.

Tuntutan masyarakat ini dibahas dalam pertemuan FMBRAB yang dihadiri ratusan masa termasuk emak-emak, Jumat (12/05/2023) di gedung serba guna Gelora Abab, Desa Betung, Kecamatan Abab.

Menurut keterangan dari Wakil ketua Forum Masyarakat Betung Raya Abab Bersatu, Jhonson Nahuda, bahwa pertemuan beberapa hari lalu itu dalam rangka membahas kerugian yang dialami oleh masyarakat atas kerusakan lahan/kebun gegara kegiatan Seismik 3D.

“Kami berkumpul disini untuk berdiskusi soal tuntutan ganti rugi atas lahan kami yang sudah rusak akibat dari aktivitas survei Seismik, sampai sekarang belum ada kejelasan, kami menuntut hak kami atas dampak yang mereka perbuatan,” kata Jhonson dihadapan sejumlah wartawan, Selasa (16/5/2023).

Dalam pembahasan pada pertemuan itu, masyarakat menuntut agar pihak terkait dalam hal ini PT. Daqing Citra PTS segera menunda/menghentikan kegiatan seismik untuk sementara waktu, dan membersihkan sampah dan kotoran atau limbah baik berupa tanah/lumpur atau pun kayu, besi yang tersisa di kebun mereka.

“Sebelum ada kejelasan soal ganti rugi dan kerusakan pada kebun bertambah parah, masyarakat meminta kepada pihak perusahaan untuk menyetop kegiatan Recording sementara waktu dan membersihkan sampah atau limbah yang ada di kebun mereka,” tandasnya.

Disampaikannya juga, bahwasanya masyarakat menolak sistem ganti rugi lahan tanam tumbuh yang mengacu pada Pergub Nomor 40 Tahun 2017.

“Sudah berbeda zaman dulu dengan sekarang kalau tetap mengacu pada Pergub sudah lebih dari 5 tahun tentunya sangat wajar kami sebagai masyarakat menolak apalagi perekonomian masyarakat sekarang yang belum stabil pasca pandemi, lebih baik kami tetap menolak,” bebernya.

Berikut tuntutan masyarakat terdampak:
1. Menolak jika ganti rugi tetap mengacu ke Pergub Nomor 40 Tahun 2017
2. Recording untuk sementara dihentikan sampai kejelasan adanya ganti rugi.
3. Ganti rugi atas kerusakan lahan akibat seismik.
4. PT. Daging Citra PTS membersihkan sampah dan kotoran atau limbah baik berupa tanah/lumpur ataupun kayu dan besi yang tersisa di kebun rakyat.

Lanjut Jhonson, Forum Masyarakat Betung Raya Abab Bersatu (FMBRAB) sudah dua kali mengirimkan surat. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah dan perusahaan terkait.

“Jika masih belum ada respon dari Pemerintah dan pihak perusahaan seismik PT Daqing Citra PTS, maka masyarakat dan forum FMBRAB akan mengadakan aksi massa besar-besaran dan Insyallah pada tanggal 30 Mei 2023 mendatang ke kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Pali untuk menyampaikan pendapat di muka umum sesuai UUD No 32 Tahun 2009, dan kami masyarakat berharap Menteri BUMN dan SKK Migas dapat memanggil dan mengaudit pihak PT Daqing Citra PTS atas kegiatan seismik D3 yang sedang beroperasi di wilayah Pali Sumsel khususnya di Kecamatan Abab, Kecamatan Tanah Abang dan Kecamatan Penukal,” beber Jhonson.

Sementara itu menurut salah satu warga Abab, Es, bahwa karyawan harian dari PT Daqing Citra PTS telah mengambil foto foto rumah warga termasuk juga rumahnya untuk data awal pada kegiatan seismik D3 yang dilaksanakan perusahaan tersebut.

“Saat datang ke rumah kami, karyawan itu hanya minta izin untuk mengambil foto rumah. Tapi saat ditanya untuk apa rumah kami difoto, karyawan itu seakan enggan memberikan penjelasan,” tutur Es kepada awak media ini.

Tidak hanya itu yang disampaikan Es. Tapi dia dan masyarakat juga khawatir atas dampak kegiatan seismik 3D di kawasan lahan tempat dimana dia dan masyarat berdomisili, dan menganggap PT. Daqing Cita PTS melaksanakan kegiatan seismik menempatkan orang-orang yang kurang profesional dalam bidangnya.

“Kami sebagai masyarakat kecil bingung, kami nantinya akan melapor ke siapa dan kemana? Lalu siapa yang paling bertanggung jawab penuh atas kegiatan seismik di daerah kami ini?,” ungkap Es mewakili warga lainnya.

Namun pihak PT. Daqing Citra PTS belum memberikan keterangan kongkret terkait hal ini saat dikonformasi awak media ini.

“Saya masih di jalan nanti boleh di kabarin lagi ya,” kata Syamsul, Humas kegiatan Survei Seismik 3D Abab PT Daqing Citra PTS melalui pesan WhatsApp kepada wartawan media ini.

Setelah dikabari lagi hingga berita ini diterbitkan, Kamis (18/5/2023), Syamsul tetap belum memberikan keterangan. Sehingga hal ini terkesan disepelekan. (Lidian Heri)