Maria Salikin Menghimbau Agar Petinggi Advokat Jangan Memikirkan Egonya Sendiri

Maria Salikin Menghimbau Agar Petinggi Advokat Jangan Memikirkan Egonya Sendiri

Maria Salikin SH (Komisi Pengawas Perhimpunan Advokat Indonesia, Peradi SAI)


JAKARTA l Portal-Indonesia.com – Konflik antara Otto Hasibuan dan Hotman Paris Hutapea akhir akhir menjadi trending topik di dunia maya, kedua pengacara kondang tersebut mengklaim keabsahan organisasi Advokat dan anggota dari organisasi advokat tersebut.

Hasibuan yang menjelaskan tentang berdirinya Peradi. Dia menyebut dulunya memang terdapat delapan organisasi advokat yang akhirnya digabung menjadi satu, yakni Peradi. “Jadi dulu itu ada 8 organisasi yang diamanatkan dibentuk untuk menjadi (satu dinamakan) Peradi,” katanya. Jika terdapat organisasi advokat di luar Peradi, Otto Hasibuan menyinggung soal kemungkinan adanya pelanggaran.

“Kalau faktanya ada (organisasi) yang lain, ini bertentangan dengan Undang-Undang. Kalau bicara soal Undang-Undang hanya satu. Anda silahkan menilai saja bagaimana,” katanya. “Yang menjadi keseriusan adalah karena ada ketentuan pasal 22 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat nomor 2 menyatakan setiap advokat wajib berada di organisasi,” ujarnya.

Hal tersebut mendapat Atensi dari Maria Salikin Advokat & Mediator menyatakan “terkait dengan keanggotaan Advokat dari unsur organisasi manapun diperbolehkan ber-acara asalkan memenuhi persyaratan Berita Acara Sumpah (BAS) Sesuai dengan Fatwa MA No. 052/KMA/V/2009, angka 3. ”Advokat yang telah diambil Sumpahnya sesuai dengan pasal 4 (UU NO 18 Tahun 2003) tidak bisa dihalangi untuk beracara di Pengadilan, terlepas dari organisasi manapun ia berasal”

Maria Salikin yang juga Komisi Pengawas DPN PERADI, menghimbau agar para penegak hukum dalam hal ini Hakim tetap memperhatikan kepentingan klien (masyarakat pencari keadilan), agar jangan karena adanya konflik ini ada yang dirugikan begitu juga untuk rekan rekan advokat yang memang mendedikasikan profesi advokat untuk menjadi satu-satunya tempat mencari nafkah, sebagai rekan sejawat dan sesama penegak hukum sudah tentu kita bisa saling tepo seliro dan memandang konflik ini dari sudut pandang berbeda, ucapnya, di Jakarta Kamis (21/4/2022).

Bijak dalam sikap dan lisan adalah sikap yang sangat diharapkan dari senior senior Advokat saat ini, sebagai contoh bagi advokat-advokat lain, karena ego Petinggi Advokat yang sudah memecah belah organisasi Advokat sudah menjadi insiden yang buruk bagi advokat dimata masyarakat Indonesia, cukup sudah mencoreng Profesi Advokat sebagai profesi yang sangat mulia (officium nobile).

error: