Portal Jatim

Maraknya Kekerasan Antar Anggota Perguruan Silat di Sidoarjo, Polisi Ambil Tindakan Tegas

70
×

Maraknya Kekerasan Antar Anggota Perguruan Silat di Sidoarjo, Polisi Ambil Tindakan Tegas

Sebarkan artikel ini
Maraknya Kekerasan Antar Anggota Perguruan Silat di Sidoarjo, Polisi Ambil Tindakan Tegas
Press Release ungkap kasus Pengeroyokan di Mapolresta Sidoarjo

SIDOARJO, – Terjadi maraknya pengeroyokan antar anggota perguruan silat yang terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo selama Januari 2024. Polisi pun bergerak cepat untuk mengatasi situasi ini dan menegakan hukum demi wujudkan rasa aman bagi masyarakat.

Sebanyak lima laporan polisi dari masyarakat atau korban telah tercatat selama periode tersebut. Kejadian pengeroyokan ini terjadi pada tanggal 15 dan 16 Januari 2024, dengan lokasi yang berbeda. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain Jalan Raya Juanda di Sawotratap, Gedangan, serta di Waru, Buduran dan Anggaswangi, Sukodono.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes. Pol. Christian Tobing, dalam konferensi pers di Mako Polresta Sidoarjo pada Selasa (6/2/2024), mengungkapkan penanganan kasus ini. Beberapa tersangka yang terlibat melibatkan oknum perguruan silat kini telah berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Terdapat tiga dewasa dan empat anak di bawah umur yang menjadi tersangka dalam berbagai kasus ini.

“Dalam penggerebekan dan penyelidikan, kami berhasil menemukan senjata tajam berupa sebilah mandau di salah satu tersangka di lokasi kejadian di kawasan Perumahan Taman Puspa Anggaswangi, Sukodono,” ungkap Kapolresta.

Para tersangka yang telah diamankan akan dihadapkan pada ancaman hukuman sesuai dengan Pasal 170 KUHP, yaitu penjara selama 7 tahun, dan Pasal 351 KUHP, yaitu penjara selama 2 tahun 8 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa polisi tidak akan tinggal diam dan akan menggunakan hukum untuk menindak tegas pelaku kekerasan ini.

Kekerasan antar anggota perguruan silat ini telah menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat. Selain merugikan korban secara fisik dan mental, kejadian ini juga dapat merusak citra perguruan silat sebagai aliran bela diri yang seharusnya mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan.

Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bersikap tegas dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan polisi untuk memberantas kejahatan ini. Seluruh anggota perguruan silat juga diharapkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika serta menjaga integritas sejati dari perguruan tersebut.

Dalam upaya mengatasi maraknya kekerasan antar anggota perguruan silat ini, Polresta Sidoarjo juga melibatkan berbagai pihak seperti tokoh masyarakat, perguruan silat lainnya, dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya kerukunan dalam bela diri.

Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar lebih selektif dalam memilih dan bergabung dengan perguruan silat. Memastikan bahwa perguruan yang dipilih memiliki standar etika dan kode etik yang ditegakkan dengan baik sangat penting untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan seperti ini.

Dalam menghadapi masa depan, kolaborasi antara masyarakat, perguruan silat, dan aparat keamanan akan menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memerangi kekerasan, menjaga persatuan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan toleransi.