Manfaatkan Lahan Pekarangan, Warga Banyumas Ini Raup Penghasilan dari Budidaya Bibit Anggur

Manfaatkan Lahan Pekarangan, Warga Banyumas Ini Raup Penghasilan dari Budidaya Bibit Anggur
Berbagai varietas bibit anggur siap jual milik Arifudin. (Foto : Sugiyanto / Portal Indonesia)

BANYUMAS|Portal-Indonesia.com – Disaat Pandemi Covid-19 ini, banyak orang yang berdiam diri di rumah karena aktivitas dibatasi. Untuk mengatasi kejenuhan di rumah banyak yang mengembangkan hobi dan akhirnya mendapat tambahan penghasilan.

Seperti halnya yang di jalani oleh Mukhamad Arifudin (46), warga Desa Banteran RT 01 RW 05, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dengan memanfaatkan sebagian lahan pekarangannya untuk mengembangkan hobinya, yaitu mengelola berbagai jenis tanaman.

Arifudin dan kawan-kawannya yang pekerjaan sehari-harinya sebagai tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian di Banyumas memang hobi membudidayakan berbagai tanaman hias maupun tanaman buah.

Ditemui Portal Indonesia, Jum’at (22/1), bapak tiga orang anak ini mengatakan jika tanaman yang sedang trend dan dikembangkan adalah tanaman anggur. Tanaman buah perdu yang merambat, selain manis juga memiliki banyak varian warna seperti merah, ungu, kuning, hijau dan hitam.

Walaupun baru sekitar satu tahun menkuni budidaya anggur, namun saat ini Arifudin sudah memiliki sekitar 20 jenis varietas bibit anggur impor. Di sekitar rumahnya ada puluhan bibit tanaman Anggur tertata rapi di dalam polybag baik yang baru tumbuh maupun yang sudah siap tanam semuanya di semai sendiri.

Manfaatkan Lahan Pekarangan, Warga Banyumas Ini Raup Penghasilan dari Budidaya Bibit Anggur
Persiapan membuat batang bawah (rootstok)

Memang tidak terlihat ada tanaman anggur yang sudah berbuah karena fokus kepada pembibitan. Selama ini untuk mengembangkan bibit anggur yang di terapkan yaitu dengan metode Grafting atau penyambungan batang atau pucuk tanaman. Adapun tujuannya yaitu supaya di peroleh bibit yang memiliki sifat-sifat unggul dan tidak mengecewakan.

Metode Grafting sendiri sudah populer di kalangan pembibitan tanaman anggur, untuk batang bawah (rootstok) biasanya menggunakan varitas lokal yang sehat bebas dari penyakit dan untuk batang atas (entres) menggunakan varietas unggul yang sehat dan bebas dari penyakit serta di ketahui jenis varietasnya misalnya Ninel, Jupiter dll.

Sementara bibit anggur yang sudah tumbuh sehat dengan tinggi sekitar 20-30 cm di dibandrol dengan harga Rp.125.000 sampai dengan Rp.150.000 perbatang tergantung varietasnya.

Selain Arifudin pembudidaya anggur lainnya, yaitu Aji Sasongko (48), mengatakan bahwa, untuk budidaya tanaman anggur memerlukan perawatan yang baik, untuk perrawatan anggur sendiri di perlukan kesabaran dan ketekunan karena tiap jenis varietas perlakuannya berbeda-beda. Untuk penyakit yang sering menyerang tanaman anggur adalah jamur dan hamanya ulat serta belalang yang menyerang daun.

Aji sasongko menegaskan, sebenarnya tanaman pun seperti manusia, jika di perlakukan dengan baik di suplai nutrisi dan di jaga kondisinya maka akan menghasilkan produk yang baik juga baik bibit maupun buah. Untuk menambah pengetahuan para pembudidaya anggur tergabung dalam grup Anggur Banyumas pungkasnya. (Sugi)

Tinggalkan Balasan

error: