Portal DIY

LP3K Sleman Gelar Lokakarya Musik Gereja di PML Kotabaru

13
×

LP3K Sleman Gelar Lokakarya Musik Gereja di PML Kotabaru

Sebarkan artikel ini
LP3K Sleman Gelar Lokakarya Musik Gereja di PML Kotabaru
Para peserta tengah belajar menyanyikan lagu Gregorian (Ist)

YOGYAKARTA – Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Pesparani Katolik (LP3K) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta menggelar Lokakarya Musik Gereja  Pelatihan  Mazmur dan Paduan Suara di Aula PML Jalan Ahmad Jazuli, Kotabaru, Yogyakarta, Minggu (30/4/2023).

Tampil berbicara dalam lokakarya tersebut tim dari PML, terdiri dari Romo Karl Edmund Prier SJ, Elisabeth Twiteen S, Danan Murdoko dan Hesti, Hartono. Acara dihadiri oleh panitia LP3K Sleman dan dang Liturgi dari 16 Gereja Katolik di wilayah Sleman.

Thomas Rasul Mujiana, Ketua  bidang Penyelenggara Lomba  LP3K  Sleman menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta sebagai perwakilan dari Gereja Katolik. “Kita akan belajar menyanyikan lagu liturgi secara benar dan tepat sesuai kaidah musik liturgi,” kata Thomas Rasul.

F. Bambang Sigit Sulaksana, Ketua Umum LP3K  Sleman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Ia melihat dan mengamati dinamika di lingkungan dan wilayah Sleman, maka dinilai perlu menampung kelompok anak-anak atau remaja, kelompok milenial.  Diharapkan Pesparani 1  Sleman  dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan 17 paroki di wilayah Sleman. Kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga mendukung perayaan liturgi dalam Gereja Katolik.

Romo Karl Edmund Prier, SJ menyampaikan di hari ini Gereja Katolik memperingati Hari Panggilan. Maka peringatan ini hendaknya menjadi kesempatan bagi untuk melihat peran  sebagai penggerak, terutama dalam Liturgi Gereja.

LP3K Sleman Gelar Lokakarya Musik Gereja di PML Kotabaru

Lebih  lanjut Romo Prier menjelaskan tentang lagu Gregorian. Lagu yang menggunakan bahasa Latin itu,  secara khas, dalam Gregorian tidak ada irama tetapi dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok  menjadi satu kesatuan. Nada pertama dari setiap kelompok ada aksennya sehingga menjadi ringan.

Romo Prier mengibaratkan lagu Gregorian  seperti asap yang naik, sebagai pujian kepada Tuhan.

Para peserta lokakarya juga diajak untuk secara praksis menyanyikan lagu Asperges Me.

Narasumber lain, Elisabeth Twiteen menjelaskan dalam paduan suara dewasa ada batasan jumlah anggota. Perlu ada perbandingan supaya ada  balancing suara.

Menurutnya sebuah lagu perlu dijiwai agar ada roh. Maka kelompok paduan suara perlu memperhatikan, antara lain:  pemenggalan kalimat lagu, arus melodi atau dinamika, pesan teks lagu, apa yang khas dalam lagu dan tempo lagu. Penggunaaan teknik vokal yg tepat, yakni teknik vokal gelap dan terang sesuai lagu yang dinyanyikan.

Di sela penjelasan, Elisabeth mengajak para peserta untuk praktek menyanyikan lagu-lagu sesuai tips yang sudah disampaikan.

Lokakarya Musik Gereja  Pelatihan  Mazmur dan Paduan Suara dirangkai dengan dialog antara peserta dengan narasumber, dan pengambilan nomor undian lomba Mazmur dan Paduan Suara  Pesparani 1 Sleman yang akan diadakan pada 24 Juni 2023. (bams)