Portal Aceh

Lokakarya Penguatan Kapasitas dan Sertifikasi Petani Sawit Swadaya di Kota Subulussalam

1741
×

Lokakarya Penguatan Kapasitas dan Sertifikasi Petani Sawit Swadaya di Kota Subulussalam

Sebarkan artikel ini
Lokakarya Penguatan Kapasitas dan Sertifikasi Petani Sawit Swadaya di Kota Subulussalam
Para peserta lokakarya penguatan kapasitas dan sertifikasi petani sawit foto bersama (J.Saran/Portal Indonesia)

SUBULUSSALAM – Pelatihan dan lokakarya penguatan kapasitas pada sistem pendukung daerah dalam upaya mendukung sertifikasi petani kelapa sawit swadaya di Kota Subulussalam dibuka langsung oleh Walikota, H,Affan Alfian Bintang SE.

Acara ini diprakarsai Yayasan Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) yang digelar selama tiga hari 10-12 Mei itu bertempat  di Hotel Hermes One kota Subilussalam, 10 mei 2023 yang lalu.

Dalam acara lokakarya ini hadir sebagai  narasumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI Doris Monica Sari, diikuti puluhan peserta lokakarya terdiri dari pengurus koperasi, gapoktan, kelompok tani, PMKS dan lembaga swadaya masyarakat.

Walikota Subulussalam Affan Alfian mengatakan dalam sambutannya, kebun kelapa sawit merupakan komoditas unggulan sebagai penopang ekonomi masyarakat daerah ini, luas kebun kelapa sawit di Kota Subulussalam sekitar 33 ribu hektare dari jumlah tersebut 62 persen kebun milik masyarakat.

Maka oleh Karena itu, Walikota, Affan Alfian Bintang  sangat mendukung program pelatihan dan lokakarya tersebut, mengingat selama ini belum tersedia kelompok tani yang bersetifikat.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah SDM para petani kelapa sawit dan mendorong peningkatkan produksi TBS dikota Subulussalam dan meningkatkan  kualitas buah yang baik.

Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI “Doris Monica Sari” dalam pemaparannya menyebutkan kegiatan ini bertujuan terkait pengembangan kelapa sawit di Kota Subulussalam mempunyai nilai lebih, baik dari sisi produksi, rendemen dan bisa diakui bahwa pengelolaan kebun sawit di kota Subulussalam berkelanjutan.

Lokakarya Penguatan Kapasitas dan Sertifikasi Petani Sawit Swadaya di Kota Subulussalam

Dijelaskan, pemerintah melalui Menteri Pertanian memiliki regulasi yakni Peraturan Menteri Pertanian No 38 tahun 2020 tentang penyelenggaraan sistem setifikasi kelapa sawit, di mana dalam regulasi itu negara menginginkan kebun sawit harus dikelola dengan memerhatikam aspek lingkungan, sosial dan aspek ekonomi.

Dalam hal itu menurutnya peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan pendukung atau motor penggerak yang akan mendampingi petani sawit dalam menerapkan regulasi ini, yang akan berdampak positif terhadap peningkatan produksi TBS di kota Subulussalam,

Dikatakan beliau dengan sertifikasi ini maka menjadi jaminan di pasar internasional ketika negara luar menginginkan minyak sawit, maka daerah Subulussalam sudah memiliki potensi terhadap minyak sawit yang akan diperjualbelikan, ditingkat Internasional.

Selanjutnya, kami dari pemerintah pusat mengingingkan Kota Subulussalam yang  mendominasi tanaman kelapa sawit sebagai komoditas unggulan, dapat berkembang dan bida bertumbuh dan memberikan dampak yang positif, kata Doris Monika Sari.

Disisi lain masyarakat Petani sawit  dikota Subulussalam dalam hal ini memohon kepada Pemerintah, kitanya petani sawit kelola ini dapat diberi Pupuk bersubsidi, untuk bisa lebih diprioritaskan dalam perawatan kebun sawit masyarakat. Karena selama ini seolah Pemerintah menganak tirikan Petani sawit,tidak dapat dalam kwota pupuk bersubsidi,tutur petani kepafa media ini baru ini.

Dalam acara ini turut dihadiri Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang dan Kepala Dinas Petanian Perkebunan dan Perikanan (Distanbunkan) Rosihan Indra. (J,Saran).