Portal Jatim

Lestarikan Kesenian Budaya dan Dongkrak Ekonomi, NGO di Kota Pasuruan Ini Gelar Sejumlah Acara

9
×

Lestarikan Kesenian Budaya dan Dongkrak Ekonomi, NGO di Kota Pasuruan Ini Gelar Sejumlah Acara

Sebarkan artikel ini
Lestarikan Kesenian Budaya dan Dongkrak Ekonomi, NGO di Kota Pasuruan Ini Gelar Sejumlah Acara
Pembukaan acara ditandai pemukulan alat musik Jidor oleh perwakilan Forkopimda TNI-Polri, beberapa LSM dan Tokoh Budaya Kota Pasuruan.

PASURUAN – Guna melestarikan kesenian dan budaya sekaligus membantu untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, Non Govermental Organization (NGO) atau LSM M-Bara dan Penjara Indonesia Kota Pasuruan gelar acara kolosal pencak silat, jaranan, serta pameran spektakuler. Acara ini akan digelar selama 12 hari kedepan, yakni mulai tanggal 7 hingga 18 April 2023, di GOR Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan.

Pantauan portal-indonesia.com, Jumat (7/4) malam seusai Sholat Tarawih, pada pembukaan acara kolosal pencak silat dan jaranan ditandai dengan pemukulan alat musik Jidor oleh perwakilan Forkopimda TNI-Polri, beberapa LSM dan Tokoh Budaya.

Turut hadir dalam acara, anggota DPRD Kota Pasuruan Mahfud dari fraksi PKB, sesepuh tokoh budaya, tokoh pemuda, beberapa ketua LSM, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan perwakilan Kelurahan Purutrejo Kota Pasuruan.

Disamping itu, kurang lebih ada 50 perguruan pencak silat Kota Pasuruan turut meramaikan serta memeriahkan acara kolosal pencak silat dan jaranan, serta kesenian lainnya.

Terlihat, warga atau masyarakat yang hadir sangat antusias dan sangat menikmati acara hiburan yang dibuat secara swadaya oleh pihak LSM M-Bara dan LSM Penjara Indonesia yaitu duo Saiful selaku owner atau event organizer (EO).

Disisi lain, tampak juga kegiatan pameran yang cukup spektakuler dimana sejumlah stand-stand dengan produk-produk dari para pelaku IKM dan UKM terlibat dalam kegiatan pameran tersebut.

Pada saat acara berlangsung, Zimi mewakili Panitia penyelenggara menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan, dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung demi terselenggaranya acara.

“Pertama, kami atas nama panitia patut bersyukur karena acara ini bisa terselenggara dengan baik dan lancar berkat dukungan dari semua pihak guna memadukan seni dan budaya yang ada. Kedua, terima kasih buat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, karena sudah memadai kita semua dan masyarakat sangat butuh hiburan sekaligus mengangkat ekonomi para pelaku usaha”, ujarnya.

Lestarikan Kesenian Budaya dan Dongkrak Ekonomi, NGO di Kota Pasuruan Ini Gelar Sejumlah Acara
Penampilan memukau, baik dari seni pencak silat dari Kuntu Mancilan dan jaranan dari New Tri Sakti Putro.

Sementara Ayik Suhaya selaku tokoh pemuda atau LSM dari GM-FKPPI yang ikut hadir pada acara ini secara tegas dan lantang menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak Pemerintah Kota Pasuruan terkait yang tidak hadir dalam acara tersebut.

“Buat semua yang hadir disini, patut kita hormati. Namun satu sisi saya juga menyayangkan, perwakilan dari pemerintah satupun tidak ada yang hadir. Baik dari Kadispora karena ada kaitannya dengan pembinaan olahraga regenerasi muda, termasuk juga dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan “, katanya.

Bahkan Ayik Suhaya memyampaikan permitaan melalui perwakilan DPRD yang hadir untuk mengingatkan pihak eksekutif agar lebih bersinergi dengan masyarakat, seperti dalam event yang diadakan semacam ini.

“Tolong untuk Bapak DPRD yang hadir, agar eksekutif ini diingatkan untuk sinergi, kompak, satu jiwa dengan masyarakat, membangun Pasuruan lahir batin menuju Madinah. Nah kalau diundang masyarakat gak hadir, mana bisa tercapai menuju kota Madinah itu. Tolong ini diperhatikan”, kata Ayik dalam pesannya.

Dia berharap, bahwa berkaitan dengan kegiatan yang bersifat menghidupkan budaya sekaligus mengangkat perekenomian masyarakat supaya lebih di support dan di dukung melalui anggaran dari pemerintah.

“Dan yang terakhir, saya berharap kepada pemerintah melalui DPRD yang hadir disini terkait pembinaan NGO atau semua masyarakat supaya event semacam ini disuport dan didukung dengan anggaran daripada dibuang untuk hal-hal yang tidak begitu penting”, pungkas Ayik.

Sementara Mahfud sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, dikenal kerap menghadiri setiap kali ada acara atau event yang digelar oleh teman-teman NGO atau LSM.

Dalam gelaran acara kali ini, anggota Dewan yang membidangi terkait budaya itu menyempatkan diri untuk hadir sebagai tamu undangan.

Mahfud dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih terutama kepada teman-teman LSM selaku penyelenggara event.

“Pertama kami ucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada teman-teman NGO khususnya LSM M-Bara dan LSM Penjara, karena telah berhasil menyelenggarakan event yang luar biasa ini dengan meriah dan disambut antusias oleh masyarakat”, ungkapnya.

Mahfud juga menyampaikan rasa keprihatinan atas minimnya support yang diberikan dalam penyelengaraan acara tersebut.

“Sebetulnya kami hadir disini merasa malu, karena support yang kami berikan untuk anggaran ini sangat kecil sekali, tapi anda semuanya bisa membuat acara semeriah ini tentu ini tidak sebanding dengan PAD yang nanti diterima oleh Pemerintah Kota Pasuruan”, tuturnya.

Meski demikian, Mahfud berjanji bahwa pihaknya dari komisi II DPRD Kota Pasuruan akan memperjuangkan melalui support dan dukungannya, terutama soal anggaran kegiatan kemasyarakatan, salah satunya event yang digelar seperti saat ini.

“Kami berjanji kepada panjenengan (anda) semuanya, di komisi dua insyaallah tahun tahun 2024 akan kami perjuangkan untuk menambah anggaran nguri-nguri budaya seperti ini”, ucap Mahfud.

Anggota tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Pasuruan ini menyebut ada kurang lebih sekitar 10-15 event dalam setahun yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Pasuruan. “Dari sebanyak 15 event itu ada EO lokal yang nantinya turut berpartisipasi dan bekerjasama dengan pemerintah di dalamnya,” pungkas Mahfud. (Ek/Gha)