Lagi, Demo AMP Ganggu Pengguna Jalan

Lagi, Demo AMP Ganggu Pengguna Jalan
Tampak demo AMP yang mengambil tempat di tengah perempatan Rajabally Kayutangan.

KOTA MALANG  – Meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan pembelakuan PPKM level 4 masih diterapkan di Malang Raya. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) kembali turun kejalan melakukan aksi demontrasi. Seperti aksi sebelum – sebelumnya, aksi demo AMP mengambil tempat di perempatan Rajabally kayutangan Kota Malang. Tepat pukul 09.00 wib, sekitar 40 mahasiswa ikut dalam aksi demo tersebut. Senin (16/08/2021)

Seperti aksi – aksi demo sebelumnya, para mahasiswa AMP berorasi dan bentangkan tulisan yang berisikan beberapa tuntutan. Antara lain :
1. Meminta Papua Barat Merdeka.
2. Tarik militer dari Papua Barat.
3. Bebaskan Viktor Yeimeo dan seluruh tahanan politik Papua Barat.
Selain berorasi AMP juga teriakkan ” Papua Merdeka ” berulang – ulang.
Namun di setiap aksi demo AMP menyebabkan tersendatnya arus lalin, dimana perempatan Rajabally Kayutangan adalah perempatan vital bagi masyarakat di Kota Malang.

Sumarno yang berprofesi sebagai ojek online menuturkan ” waduh sampai bosan mas, melihat demo mahasiswa Papua ini. Saya sering terlambat mengantar penumpang atau mengantar pesanan pelanggan gara – gara ada demo mahasiswa Papua. Alhamdulillah untuk aksi hari ini jalan tidak ditutup, sehingga pengguna jalan tidak terlalu dirugikan karena adanya demo ini. Apalagi sekarang Kota Malang masih jalankan PPKM Level 4, orderan masih sepi kok malah ada demo.” tutur pria berjenggot ini lirih.

Senada pula apa yang dikatakan seorang warga disekitar perempatan Rajabally Kayutangan yang mewanti – wanti namanya disebutkan ” Saya bosan dan kesal mas ketika ada demo mahasiswa Papua ini, mungkin warga sini juga merasakan Seperti saya. Tidak jarang demo mereka membuat resah warga, kejadian beberapa waktu lalu tidak bisa warga lupakan. Dimana dalam demo mahasiswa Papua yang lalu sempat terjadi bentrok dengan masyarakat Malang. Belum lagi demo mereka sering mengganggu arus lalin di daerah ini, banyak pengguna jalan yang takut dan memilih mengambil jalan lain ketika ada demo mahasiswa Papua. Sebenarnya sebagai mahasiswa mereka seharusnya mengetahui bagaimana kondisi dan situasi Kota Malang saat ini, bukan malah gelar demo di tengah – tengah perempatan yang jelas akan mengganggu aktivitas pengguna jalan.” Ungkapnya dengan nada tinggi. (Junaedi)

Tinggalkan Balasan

error: