Portal DIY

Kurator Oei Hong Djien Harapkan Seniman Muda Meneladan Seniman Tua

53
×

Kurator Oei Hong Djien Harapkan Seniman Muda Meneladan Seniman Tua

Sebarkan artikel ini
Kurator Oei Hong Djien Harapkan Seniman Muda Meneladan Seniman Tua
Kurator Oei Hong Djien saat menyaksikan pameran foto (Ist)

YOGYAKARTA – Kurator seni rupa Oei Hong Djien berharap para seniman muda dapat meneladan seniman yang lebih tua. Dengan konsisten berkarya hingga usia senja.

Harapan itu ia sampaikan saat membuka pameran foto bertajuk “Nostalgia the Present Retro Plus +” di Galeri RJ. Katamsi dan symposium bertajuk Photography as Contemporary Art” foto kritik dan kritik foto Institusi Seni dan Fotografi di Concert Hall ISI Yogyakarta, Senin (4/3/2024).

Acara ini menjadi momentum untuk memperingati prestasi akademis, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang telah dibawa Prof Drs Soeprapto Soedjono. Pameran diselenggarakan dalam rangka ulang tahun ke 75 dan  merayakan prestasi dan kontribusi  biasa dari Prof Soeprapto Soedjono di bidang akademis, Prodi Fotografi bersama dengan Ikatan Alumni Prodi Fotografi, ISI Yogyakarta.

Pameran di Galeri RJ Katamsi tersebut memamerkan ratusan karya dari kolega, alumni, sesama pengajar. Sehingga dapat menjalin kemitraan dengan lebih baik antara lembaga, alumni, dan kolega di lingkungan ISI Yogyakarta.

Photography as Contemporary Art
Simposium akademis menjadi wadah diskusi yang mendalam mengenai tren terbaru dalam penelitian, berkesenian, fotografi dan pendidikan. Para pembicara terkemuka berbagi wawasan, temuan terkini, dan proyek-proyek kolaboratif yang dapat merubah paradigma dalam dunia akademis.

Simposium ini juga melibatkan partisipasi dari mahasiswa, peneliti muda, dan anggota masyarakat, menciptakan lingkungan belajar yang dinamis.

Adapun pembicara Dr. Irwandi, M. Sn. Arbain Rambey Sigit Purnomo Emmanuel St Eddy Prakoso Empu Ageng Oscar Motuloh, Prof, Sardono W. Kusumo, Wahyudin, Dr Suwarno Wisetrotomo, M. Hum. Dr R Drajatno Widi Utama, M.Si. dengan keynote speaker Goenawan Moehamad dan Opening dari Sekertaris Utama Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani.

Dalam symposium tersebut Prof Sardono Wahyudin Kusumo memaparkan fungsi dan guna sekolah seni. Hendaknya mereka memiliki kemurnian untuk menciptakan seniman-seniman handal agar mampu menciptakan karya seni yang lebih kreatif sesuai dengan kemajuan zaman.

Pengisi symposium memberikan gambaran bahwa Indonesia tidak boleh tertinggal dari sisi terobosan berkesenian khususnya yang bersangkutan dengan media rekam. Karena Indonesia saat ini disebutnya sudah menjadi barometer perkembangan seni dunia. (bams)