KPTS Bantu Warga Terdampak Bencana Semeru

KPTS Bantu Warga Terdampak Bencana Semeru
KPTS siap diatribusikan logistik ke Lumajang (Foto : Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Empati warga dari berbagai Komunitas di Kabupaten Sleman, DIY untuk meringankan beban warga terdampak bencana meletusnya gunung semeru, di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa timur, terus mengalir.

Salah satunya, dilakukan oleh sejumlah komunitas yang dipelopori oleh Komunitas Perempuan Tangguh Sleman (KPTS) Kabupaten Sleman.

Merasa terketuk hatinya berbagai komunitas yang dipelopori oleh KPTS ini, mengumpulkan berbagai barang kebutuhan pokok yang diperlukan oleh sebagian warga terdampak bencana meletusnya Gunung Semeru di Lumajang. Diantaranya, sembako, seperti beras, gula mi instan, obat-obatan, dan susu balita, yang kemudian barang barang tersebut, diangkut lansgung ke lumajang.

Oleh KPTS, berbagai barang bantuan tersebut diserahkan ke Posko Persil, Desa Kebon Seket, Kecamatan Sumber Mujur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menurut ketua KPTS Kabupaten Sleman, Dwi Susilowati, berbagai barang yang diberikan kepada warga lumajang tersebut, jenisnya telah disesuaikan dengan kebutuhan warga lumajang yang telah dikoordinasikan sebelumnya. Sehingga, barang bantuan senilai puluhan juta rupiah yang diantar langsung ke lumajang tersebut, sudah sesai yang diperlukan warga terdampak bencana gunung Semeru di Lumajang.

“Sebelum memberikan bantuan, kami telah berkoordinasi dengan petugas Posko di Lumajang, menganai barang-barang yang diperlukan saat ini. Sehingga kami yakin berbagai barang yang kami bantukan kepada sebagian warga Lumajang ini, akan memberi manfaat kepada mereka,” Kata Dwi Susilowati salah seorang penggerak wanita petani milenial ini.

Diharapkan pemberian bantuan tersebut, dapat meringankan beban para warga terdampak bencana gunung semeru.
Mengenai tumbuhnya minat para kaum perempuan tangguh kabupaten Sleman untuk memberi bantuan kepada warga terdampak bencana gunung Semeru, karena warga kabupaten Sleman, terutama yang tinggal di lereng Gunung Merapi, juga sering mengalami penderitaan seperti yang dialami warga Lumajang saat ini.

“Tolong menolong serta saling bantu membantu merupakan sikap yang perlu dilakukan oleh semua orang, dan sikap seperti itu juga sebagai bentuk amalan ajaran agama apapun. Sehingga sudah pantas dan selayaknya, orang yang ada kelebihan memberi bantuan kepada orang yang sangat memerlukan bantuan,” kata wanita yang akrab dipanggil Susi tersebut. (Brd)

error: