KPM Gadingrejo Ditekan Beli Sembako di Agen Tertentu, Diduga Oknum Staf Kelurahan Bermain

KPM Gadingrejo Ditekan Beli Sembako di Agen Tertentu, Diduga Oknum Staf Kelurahan Bermain
Kantor Kelurahan Gadingrejo

PASURUAN – Sejumlah warga masyarakat khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tepatnya diwilayah Kelurahan Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan merasa takut dan juga khawatir.

Pasalnya banyak KPM di daerah tersebut mendapat tekanan, intimidasi hingga ancaman dicoret dari daftar penerima manfaat yang dilakukan oleh oknum RT dan juga salah satu staf di Kelurahan Gadingrejo.

Sebut saja SM (47) seorang janda warga jalan Hangtuah RT 06, RW 04 dan RA (33) warga jalan Halmahera XI RT 03, RW 05 pedukuhan Bunyu’an, Kelurahan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Kedua KPM itu menceritakan ketika mendapat bantuan BPNT berupa uang sebesar 600.000 rupiah pada bulan kemarin, setelah itu uang bantuan sosial tersebut dibelanjakan di toko luar.

Mendengar kabar KPM belanja diluar, spontan oknum pegawai kelurahan yang diduga memiliki atau bermain di agen yang ditunjuk tersebut menahan surat undangan pencairan milik para KPM.

Dan ketika KPM tersebut menemui oknum pegawai itu di kantor kelurahan untuk menanyakan surat undangan pencairan, spontan KPM langsung dimarahi dan menganggap nota pembelian sembako dari toko luar adalah bohong dan menuduh KPM merekayasanya.

“Disini itu banyak kartu undangannya yang ditahan oleh Bu End (staf Lurah). Waktu itu saya menanyakan undangan pencairan itu ke Bu End di kelurahan, disitu saya dimarahi alasannya karena uang bantuan tidak saya belanjakan di toko yang ditunjuk (agen 46 atas nama Masudah)”, kata kedua KPM saling bersahutan, saat dikonfirmasi dirumahnya, Rabu (20/4) malam.

Bukan hanya itu, bahkan pada pencairan bantuan sosial subsidi minyak goreng dan BPNT berupa uang senilai 500 ribu rupiah pada Kamis kemarin, para KPM juga disuruh belanja di toko yang sudah ditunjuk oleh yang bersangkutan dan diharuskan belanja minimal 350 ribu rupiah.

“Besok hari Kamis pukul delapan saya disuruh belanja ke warungnya sebesar tiga ratus lima puluh ribu, kan bantuannya dapat uang total lima ratus ribu Mas. Lah ini kita kok dipaksa harus belanja disitu, dan katanya kalau gak belanja akan dicoret”, imbuhnya para KPM.

Lebih lanjut ketika dikonfirmasi adanya KPM mendapat intimidasi atau dugaan suatu pengarahan soal pencairan bantuan oleh stafnya, dalam hal ini Lurah Gadingrejo Budi Priyanto membenarkan hal tersebut dan sudah memanggil yang bersangkutan.

Pihak Lurah sendiri pun sudah berkali-kali mengingatkan dan menyampaikan, bahwa bantuan untuk KPM jangan sekali-kali para pihak mengintervensi, mengkondisikan ataupun semacamnya.

“Terima kasih teman-teman dari media hari ini meluruskan, dan memang informasi itu betul adanya. Dari awal saya sudah mengingatkan, dan saya sebenarnya sudah mengambil langkah secepat mungkin. Kemarin begitu ramai di masyarakat langsung saya panggil pihak oknum yang bersangkutan termasuk Babinsa”, ucap Lurah Budi, kepada awak portal-indonesia, Jumat (22/4) siang di kantornya.

Lurah Budi juga menjelaskan bahwa stafnya itu juga memiliki toko, namun bukan agen yang dilegalkan oleh pihak bank. Bahkan Lurah Budi mengaku tidak mengetahui betul apa yang telah dilakukan oleh stafnya diluar atau ditengah masyarakat.

“Saya tidak pernah sekali-kali ikut campur dalam persoalan ini, karena selama ini saya anggap lancar-lancar saja. Dan saya sampaikan kepada pihak ini, pengkondisian apapun tidak boleh. Sebenarnya bebas warga beli dimana saja, asalkan nota itu ada meskipun tidak maksimal. Ternyata perkembangan terakhir kok ada penggiringan, makanya saya panggil”, tuturnya.

Dari upaya pemanggilan yang dilakukan, pihak Lurah Budi sekali lagi memberikan peringatan keras kepada yang bersangkutan supaya tidak melakukan perbuatan yang sama semacam itu.

“Sebetulnya sudah diatasi oleh ketua RW dan tokoh masayarakat setempat, dan sempat diumumkan di salah satu mushollah lewat spiker bahwa warga Bunyu’an bebas belanja dimana saja. Karena masih ada kasak-kusuk ditengah warga, akhirnya tadi saya kumpulkan lagi bahkan ada dari Dinas Sosial karena sudah tercium bahkan mau sampai ke Pak Walikota”, imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata semacam sanksi dari pihak atau dinas terkait kepada pihak yang bersangkutan yang diduga bermain di toko yang ditunjuk tersebut.

Sementara dari pihak yang bersangkutan pun, juga belum bisa ditemui untuk dimintai penjelasan secara langsung lantaran jam pulang.

Namun pihak Lurah Budi Priyango sendiri, saat ini masih menunggu informasi atau panggilan lanjutan dari Sekretaris Daerah terkait madalah tersebut.

“Bahkan saya sudah mengancam kepada staf saya, kalau masih melakukan maka resiko ditanggung penumpang karena sampeyan ASN. Dan saya sudah berkali-kali memberikan briefing sejak ada bantuan turun. Karena dari dulu-dulu tidak ada masalah, memang akhir-akhir ini meledak. Ya mungkin saya akan dipanggil sama Pak Sekda, untuk mengklarifikasi ini”, tegas Lurah Budi.

Diketahui bahwa Kelurahan Gadingrejo, tercatat kurang lebih ada 1.182 KPM yang mendapat bantuan subsidi minyak goreng dan BPNT dengan total uang sebesar kurang lebih 500 ribu rupiah. (Ek/Ghana)

error: