Portal DIY

Kondisi Jalan Godean Rusak dan Banyak Dikeluhkan Pengguna Jalan

123
×

Kondisi Jalan Godean Rusak dan Banyak Dikeluhkan Pengguna Jalan

Sebarkan artikel ini
Kondisi Jalan Godean Rusak dan Banyak Dikeluhkan Pengguna Jalan
Kondisi Jalan Godean yang berlubang dan belum diperbaiki (Ist)

SLEMAN –  Kondisi Jalan Godean di Kabupaten Sleman – DI Yogyakarta (DIY) banyak dikeluhkan pengguna jalan karena berlubang dan bergelombang. Sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi jalan tersebut, terutama di ruas Pasar Godean ke barat hingga Sungai Progo, Forum Komunikasi  Jaga Warga Kecamatan Minggir dan Moyudan, Sleman berniat untuk memasang spanduk di pinggir jalan.

Senaja, Koordinator Forum Jaga Warga Minggir dan Moyudan mengatakan, kegiatan pemasangan spanduk akan dilakukan pada Minggu 17 Maret 2024. “Yah, sekitar 40 spanduk rintang jalan atau sejajar jalan akan kami pasang. Itu murni swadaya warga karena kami sudah tidak tahu lagi harus mengeluh kepada siapa,” keluh Senaja, Selasa (12/3/2024).

Poster tersebut intinya berisi imbauan agar pengguna jalan lebih berhati-hati. Untuk mengurangi kecepatan dan menjaga sopan santun saat berkendara, sekaligus mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Provinsi DIY.

“Sudah banyak saudara kami yang jatuh, terluka parah hingga meninggal dunia akibat bersenggolan, tabrakan, jatuh sendiri di jalan bergelombang ini, ” tutur Senaja.

Lebih lanjut ia sampaikan sudah tidak kurang-kurang menyampaikan keluhan atas kondisi jalan rusak itu, baik di forum resmi maupun secara pribadi. Bahkan melalui media sosial, keluhan kondisi jalan ini sudah sering disuarakan.

Namun menurutnya perhatian sepertinya masih kurang. “Kalau pun ada hanya perbaikan jalan, hanya dilakukan penambalan yang kadang justru mengganggu pengguna jalan karena tambalan lebih tinggi dari aspal kiri kanan,” katanya.

Seperti diketahui ruas Jalan Godean, Sleman Barat merupakan jalur wisata menuju Kulonprogo, Purworejo, atau Magelang.

“Bus-bus wisata yang besar-besar yang menuju daerah kami atau seladar lewat  cukup banyak. Belum mobil-mobil pribadi ataupun para pesepeda juga tidak sedikit,” tambahnya.

Menurutnya, belakangan ini banyak lubang-lubang yang sangat berbahaya terlebih di musim hujan, dan hanya ditandai cat semprot warna putih saja.

“Saya pikir kalau sudah ada tanda cat semprot itu perbaikan jalan akan segera dilakukan. Tetapi yang terjadi, sampai cat semprot itu hilang, perbaikan jalan belum juga dilaksanakan,” ucapnya.

Bagaimana pun, atas nama warga, Senaja yang mantan Lurah Sumberarum, Moyudan, Sleman  mengucapkan terima kasih.

Namun demikian, lanjutnya, pihaknya minta kepada pemerintah Provinsi DIY hendaknya memperhatikan kondisi yang ada, karena status jalan itu merupakan jalan provinsi.

“Kalau motor rusak karena kejeglong atau jatuh masih bisa diperbaiki. Yang kami sangat prihatin, adanya korban luka bahkan korban jiwa akibat kondisi jalan itu,” pungkasnya. (bams)