Komplotan Curanmor yang Beraksi di Banyumas Diringkus, 13 Motor Diamankan

Komplotan Curanmor yang Beraksi di Banyumas Diringkus, 13 Motor Diamankan
Barang bukti sepeda motor hasil curian diamankan di Mapolresta Banyumas

PURWOKERTO|Portal-Indonesia.com – Satreskrim Polresta Banyumas menangkap kawanan pencuri sepeda motor yang terdiri atas tiga pelaku utama atau eksekutor dan dua penadah.

“Penangkapan terhadap para pelaku dan penadah ini dilakukan dalam satu bulan terakhir setelah kami melakukan penyelidikan atas laporan kasus pencurian sepeda motor,” terang Kapolresta Banyumas Kombes Pol M. Firman Lukmanul Hakim, SH, SIK, M.Si didampingi Kasat Reskrim Kompol Berry, S.T, SIK saat konferensi pers di Markas Polresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (25/1).

Dijelaskan, tiga pencuri sepeda motor tersebut, yakni berinisial AEP (33) warga Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, IBU (39) warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, dan AP (35) warga Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Banyumas. Sementara dua penadah, yakni RY (31) warga Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, dan AAH alias Kampleng (32) warga Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang, Banyumas.

“Komplotan ini melakukan pencurian sepeda motor di 13 tempat kejadian, yakni Kecamatan Purwokerto Utara sebanyak satu kali, Wangon sebanyak dua kali, Jatilawang sebanyak enam kali, Patikraja sebanyak satu kali, Cilongok sebanyak satu kali, dan Rawalo sebanyak dua kali,” paparnya

Saat melakukan aksinya, kata dia, para pelaku menyasar sepeda motor yang terparkir tanpa pengawasan, selanjutnya dibawa kabur dengan menggunakan kunci palsu.

Sementara itu, Kasatreskrim Kompol Berry mengatakan tiga pelaku utama tersebut merupakan residivis. “Dua di antaranya, yakni AEP dan AP terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap,” katanya.

Komplotan Curanmor yang Beraksi di Banyumas Diringkus, 13 Motor Diamankan
Kapolresta Banyumas Kombes Pol M. Firman Lukmanul Hakim, SH, SIK, M.Si (tengah) menunjukkan barang bukti dan tersangka saat konferensi pers, Senin (25/1). (Ist) 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata dia, kawanan pencuri sepeda motor itu mengaku melakukan aksi pencurian sejak bulan Oktober 2020 hingga akhirnya dapat ditangkap pada bulan Januari 2021.

Menurut dia, sepeda motor curian tersebut selanjutnya dijual secara daring melalui media sosial. Penadahah menjualnya ke wilayah di sekitar Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Wonosobo dengan harga bervariasi, mulai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, tergantung dari jenis sepeda motor yang mereka jual.

Selain mengamankan lima pelamu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu kunci Y, satu mata kunci berbentuk lancip pipih, uang tunai Rp 1.470.000, dua unit handphone dan satu unit sepeda motor yang digunakan dalam menjalankan aksinya.

“Selain mengamankan barang bukti alat kejahatan, kami amankan juga 13 unit sepeda motor hasil kejahatan para pelaku tersebut,” jelasnya.

Para pelaku utama bakal dijerat Pasal 363 KUHP ayat (1) ke 4 dan 5 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. Sedangkan penadah dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. (KJ-trs)

Tinggalkan Balasan

error: