Kolaborasi Yoga dan Tari di Omah Petroek

  • Bagikan
Kolaborasi Yoga dan Tari di Omah Petroek
Para pegiat yoga saat latihan bersama (Foto : Bambang S/Portal Indonesia)

SLEMAN – Untuk kali pertama, Omah Petroek  yang  kerap dimanfaatkan sebagai  aktivitas seni, pada akhir tahun ini digunakan sebagai  kegiatan kolaborasi yoga dan seni. Seni olah rasa dan olah jiwa bertajuk YogArt pada Selasa (21/12/2021) pagi itu diikuti 43 peserta.

Para pecinta yoga tersebut  datang  dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Semarang, Solo  dan Yogyakarta sendiri. Dipandu master yoga Yudhi Widdyantoro dari Jakarta,  para pegiat yoga itu diajak mengatur pernafasan, meditasi, sebelum melakukan gerakan-gerakan yoga atau meditasi yang bergerak. “Kita ajak peserta merenungi tentang diri kita. Kita merasakan sensasi sehingga pikiran tidak kemana-mana,” ujar Yudhi.

Selain berlatih gerakan-gerakan
yoga, para pegiat yoga ini juga berkesempatan menikmati penampilan kolaborasi yoga dan seni,  suguhan seniman tari Bimo Wiwoho dari Institut Seni Indonesia (ISI)  Yogyakarta dengan master yoga Yudhi Widdyantoro.

Bagi Yudhi, antara yoga dan seni tidak terpisahkan. Bahkan kolaborasi yoga dengan seni ini disebutnya sebagai kebaruan. “Ketika ada art, yoga tidak terasa kering, tapi menumbuhkan kegairahan. Seni memperkaya batin, menyentuh batin lebih dalam.”

Yudhi tak mengira kolaborasi dengan Bimo langsung nyambung,  padahal sebelumnya cuma latihan 10 menit sebelum tampil. Seperti disampaikan Bimo, unsur tari itu wiraga, wirasa, wirawa. Dan yoga idealnya seperti itu juga. Gerakan yoga selain menarik dan menahan nafas juga disertai gerakan mengalir atau flow.

Kolaborasi Yoga dan Tari di Omah Petroek
Usai acara dilakukan potong tumpeng sebagai rasa syukur (Foto : Bambang S/Portal Indonesia)

Disebutkan  banyak orang melakukan yoga, tapi kurang mengeksplorasi wirasa dan wirawa. Bahwa nafas dan suara alam itu juga wirama. “Yoga itu jalan untuk lebih mengenali diri kita sendiri, lebih memperhalus rasa dengan adanya unsur seni,” ujarnya.

Omah Petroek terletak di selatan Gunung Merapi, tepatnya di Pakem, Kabupaten Sleman-DIY. Di rumah budaya ini ditumbuhi pepohonan rindang dan hawanya sejuk menyentuh kulit.

Inisiator YogArt dari IkiGueNuswantara, Frieda Yotaliana menyebut Omah Petroek  sangat mendukung untuk kegiatan mendekatkan diri pada alam. Baik itu untuk acara penyegaran, edukasi, spiritualitas dan rekreasi. “Omah Petroek mewadahi  itu semua, sesuai motonya: Kita Berteman Sudah Lama,” tutur Frieda. (bams)

  • Bagikan
error: