Portal Jateng

Kisah Perjuangan Masterben Terkait Harga Tanah Terdampak Bendung Bener

10
×

Kisah Perjuangan Masterben Terkait Harga Tanah Terdampak Bendung Bener

Sebarkan artikel ini
Kisah Perjuangan Masterben Terkait Harga Tanah Terdampak Bendung Bener
Eko Siswoyo (Dok)

PURWOREJO – Akhir sudah cerita cerita terkait keributan keributan dampak pembebasan lahan yang akan di bangun bendung bener di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah pasalnya, lahan pemilik lahan terdampak bendung sudah terbayarkan semua.

Mengulas cerita awal bahwa pemilik lahan terdampak bendung bener semula di hargai tidak manusiawi dan ahirnya ada penolakan bahkan sampai ke meja hijau alhasil pembayaran lahan sesuai keinginan selasa.(18/4/2023)

Saat di temui di kediamannya,Eko Siswoyo Ketua paguyuban Masyarakat Terdampak Bendung Bener ( Masterben) menyampaikan, bahwa uang ganti rugi (UGR) pembebasan tanah Bendung Bener di area tapak bendung sudah selesai,perjuangan masyarakat untuk menuntut agar tanahnya dihargai dengan layak melalui proses yang panjang dan berliku,terutama bagi pemilik lahan yang bidang bidannya ada di gugatan PMH 1 dan PMH 2.

” Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan masyarakat pemilik lahan sudah menerima uang.” ucap Eko yang sebagai ketua Masterben.

Lanjut Eko,Jujur,saya dan teman teman Masterben Ahirnya lega,karena selama tiga tahun berjuang mendapat hasil.

Kisah Perjuangan Masterben Terkait Harga Tanah Terdampak Bendung Bener

” Walaupun pemilik lahan yang ada di PMH 1 dan 2 yang selama ini menjadi bemper perjuangan yang ingin mendapatkan harga yang layak, walaupun pada ahirnya justru pemilik lahan di PMH 1 dan 2 mendapatkan hasil UGR dengan nilai yang lebih rendah”. Ucap Eko lagi.

Lanjut lagi,Kalau di hitung untuk berapa jumlah titik tanah terdampak yang di perjuangkan masterben ada ribuan.

Eko berharap,semoga uang ganti rugi tersebut bisa bermanfaat,berkah dan barokah.Yang jelas semua ini tidak ada hal yang instan semua berproses,kenaikan itu tidak serta merta seperti membalikkan telapak tangan atau ditinggal tidur harga naik dengan sendirinya.

“Terimakasih untuk bapak Maksum dan warga yang ada dalam PMH 1 dan 2, tanpa mereka semua tidaklah mungkin harga uang ganti rugi (UGR ) seperti sekarang,dan terakhir saya atas nama pribadi dan paguyuban masterbend memohon maaf jika selama mendampingi proses perjuangan baik di lapangan maupun sampai ke meja hijau dan ahirnya mendapatkan harga yang layak UGR belum bisa maksimal,” pungkasnya. (Fauzi)