Portal Jateng

Ketupat Sumpil, Kudapan Tradisional yang Sarat Makna

16
×

Ketupat Sumpil, Kudapan Tradisional yang Sarat Makna

Sebarkan artikel ini
Ketupat Sumpil, Kudapan Tradisional yang Sarat Makna
Warga Desa Banyuasin Separe, Purworejo sedang membuat ketupat Sumpil (Fauzi/Portal Indonesia)

PURWOREJO – Ketupat sumpil sudah ada sejak zaman baheula. Kudapan yang satu ini terus dibudayakan dan dilestarikan sebagai tradisi yang ada di tengah masyarakat.

Ketupat sumpil sudah dikenal masyarakat sejak zaman Sunan Kalijaga, yang diperkirakan tahun kelahiran beliau adalah 1450 tahun jadi ketupat sumpil sudah dikenal masyarakat sejak tahun 1450 sampai sekarang.

Scroll kebawah untuk lihat konten

Sumpil merupakan makanan berbahan dasar beras. Mirip seperti ketupat. Bedanya, sumpil dibungkus dengan daun bambu dan berbentuk limas segitiga.

Sumpil umumnya dimakan dengan dicampur sambal kelapa atau di padu masakan opor daging.

Makanan ketupat Sumpil ini sekarang sudah jarang di temui di pasaran, namun di wilayah Jawa Tengah Kudapan ini akan banyak dijumpai saat perayaan Idul Fitri.

Di sampaikan oleh Tuty Herawati, warga Banyuasin Separe,  Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah bahwa, dia hanya bikin ketupat Sumpil ini di waktu menjelang hari raya idul Fitri saja.

” Iya mas, saya selalu bikin di saat tiba hari lebaran atau satu tahun sekali,di sisi lain enak rasanya dan juga biar tidak punah tradisi keluarga membikin ketupat Sumpil ini,” ucapnya.

Ketupat Sumpil ini di bikin pakai daun bambu yang muda biar bisa di lipat dan dalamnya langsung di isi dengan beras, setelah selesai baru di rebus.

” Kalau rasanya menurut saya enak dan ada baunya baunya daun bambu”. Pungkasnya. (Fauzi)