Peristiwa Daerah

Ketum PWRI Dr Suriyanto : Pentingnya Profesionalisme Wartawan

12
×

Ketum PWRI Dr Suriyanto : Pentingnya Profesionalisme Wartawan

Sebarkan artikel ini
Ketum PWRI Dr Suriyanto : Pentingnya Profesionalisme Wartawan
Ketum PWRI, Dr Suriyanto Pd, SH MH M.Kn.

JAKARTA. portal-indonesia.cm – Peran seorang wartawan sangatlah penting, terutama dalam membuat dan menyampaikan  berita kepada publik, mengenai kebenaran suatu hal tanpa memihak pihak manapun.

Untuk menjalankan perannya sebagai penyampai kebenaran, seorang wartawan harus profesional, mampu menganalisa suatu permasalahan dengan kajian-kajian yang kritis, konstruktif dan edukatif sebelum disampaikan kepada masyarakat pembaca.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Republik Indonesia [DPP PWRI] Dr. Suriyanto PD, SH, MH, M.Kn kepada wartawan media ini dalam program bincang ‘menyapa Indonesia’ Jumat, 26 Mei 2023.

“ Pers memiliki peran strategis sebagai media informasi, media pendidikan, media hiburan, media kontrol sosial dan menyampaikan pesan-pesan pembangunan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Untuk itu, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, seorang wartawan harus profesional, berwawasan luas dan mampu menganalisa suatu persoalan dengan baik dan konstruktif sebelum disampaikan kepada masyarakat,” kata Suriyanto yang
Dosen Cyber Crime di Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta.

Dalam perspektif demokrasi, pers memiliki peran terhadap kontrol kebijakan yang akan maupun telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Dunia pers di era digital saat ini harus semakin cermat dalam menyajikan informasi fakta di segala bidang, ujar Suriyanto.

Kecepatan teknologi digital informasi ini juga harus diikuti oleh kemampuan para insan pers agar dalam menjalankan tupoksi sebagai insan pers yang handal, baik di kancah nasional dan internasional.

Apalagi, di tahun politik jelang Pemilu 2024, Pers nasional harus mampu memberi edukasi kepada masyarakat, dengan berita-berita yang sejuk, tidak menebar hoaks, yang bisa menimbulkan kegaduhan dan merusak esensi demokrasi.

Dalam negara demokrasi, tambah beliau, kebebasan pers merupakan hal yang mutlak diperlukan, karena negara menjamin kebebasan bersuara, berpendapat dan berkespresi, termasuk bagi pers.

Dengan kebebasan pers, media dapat menjalankan perannya secara leluasa dan tanpa tekanan, salah satunya peran dalam bidang politik.

“Dunia pers bergerak sangat dinamis, seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.

Karenanya, harus dibarengi dengan tingkat SDM yang mumpuni, baik jurnalis yang berasal dari akademisi ataupun dari otodidak.

Agar informasi yang disuguhkan tidak menimbulkan bumerang dan menghukum terhadap diri wartawan ataupun terhadap sesuatu yang diberitakan,” tegas Suriyanto.

Suriyanto mengingatkan, dalam menjalankan kebebasan pers ini juga tidak terlepas dengan aturan aturan yang ada, baik itu di tingkat nasional maupun internasional.

Industri pers nasional memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, melalui karya jurnalistik yang baik.

Menurutnya kwalitas produk jurnalistik di Indonesia saat ini semakin menurun karena ekosistem bisnis media yang tidak sehat.

Pers kerap tak lagi mempertahankan prinsip kode etik jurnalistik, hanya mengejar viewer, sehingga sering bersinggungan dengan persoalan hukum.

“SDM pers harus lebih ditingkatkan lagi, karena pers senantiasa mengalami tantangan dari waktu ke waktu , dengan disrupsi dan kemajuan teknologi,” ungkap beliau.

Suriyanto menambahkan, insan pers harus membekali diri dengan pengetahuan yang cukup, agar mampu menganalisa setiap persoalan secara jernih, sangat perlu dipelajari,investigasi semua persoalan sebelum ditayangkan.

Pers harus mempertahankan jurnalisme yang berkualitas, seperti jurnalis yang investigasi, jurnalisme presisi, atau jurnalisme data yang akurat.

Melakukan modifikasi dengan mempertahankan prinsip dasar kode etik jurnalistik,” tuturnya.

“Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua, ditengah membanjirnya perusahaan media online di Indonesia saat ini.

Maka oleh sebab itu,jangan terjebak pada jurnalisme yang lepas kontrol, yang hanya mengejar viewer dengan mengabaikan kualitas informasi.(red)