Portal DIY

Ketua Bawaslu DIY Harapkan Pengawas TPS Dapat Cepat Mencegah Potensi Pelanggaran

840
×

Ketua Bawaslu DIY Harapkan Pengawas TPS Dapat Cepat Mencegah Potensi Pelanggaran

Sebarkan artikel ini
Ketua Bawaslu DIY Harapkan Pengawas TPS Dapat Cepat Mencegah Potensi Pelanggaran
Pengawas TPS saat mengikuti apel pengawasan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 (Portal Indonesia/Bambang S)

YOGYAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) D.I. Yogyakarta menggelar apel siaga
pengawasan pemungutan dan penghitungan suara pemilu 2024 di Lapangan Minggiran Yogyakarta, Minggu (11/2/2024).

Apel siaga yang diikuti para petugas Pengawas TPS (PTPS)  Kecamatan Kraton, Mergangsan, Wirobrajan dan Mantrijeron serta jajaran pengawas pemilu 2024 itu ditandai dengan pelepasan  burung merpati putih.

Meski yang dilepas burung merpati, tetapi Ketua Bawaslu DIY M. Najib berharap para PTPS yang bertugas dalam pemungutan suara nanti mampu berperan ibarat burung hantu. Mereka  dituntut secara total mengawasi jalannya proses pencoblosan maupun penghitungan suara.

Ia menjaskan peran jajaran Bawaslu itu selaras dengan maskot Wasra-Wasri, sebagai gambaran burung hantu yang dapat mencari dan menangkap dalam kegelapan. Artinya, petugas PTPS diharapkan dapat cepat mencegah dan menangkap potensi pelanggaran yang ada.

Ketua Bawaslu DIY Harapkan Pengawas TPS Dapat Cepat Mencegah Potensi Pelanggaran

Pengawas pemilu diharapkan bisa melihat fakta, meskipun fakta itu tidak jelas benar dan salahnya. “Anda harus berbeda dengan masyarakat kebanyakan, yang bisa jadi mereka kurang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah di lapangan,” pinta Najib.

Apabila di lapangan menemukan situasi yang tidak bisa secara tegas benar dan salahnya, PTPS dihapkan mampu menemukan faktanya dan harus bisa menilai kebenarannya. “Inilah beratnya menjadi pengawas karena harus bisa membandingkan antara regulasi teknis dengan fakta pelaksanaan,” tunjuknya.

Pengawas pemilu selain harus memahami aturan juga mampu menguasai fakta-fakta pelaksanaan pemilu. Mencegah pelanggaran adalah hal yang paling utama,” ujarnya.

PTPS juga dituntut mampu mengenali potensi pelanggaran yang terjadi. “Utamanya  mencegah pelanggaran agar integritas pemilu bisa kita wujudkan,” jelasnya. (bams)