Portal Jatim

Ketika Bupati Sleman dan Bupati Banyuwangi Saling Memuji Media

Portal Indonesia
141
×

Ketika Bupati Sleman dan Bupati Banyuwangi Saling Memuji Media

Sebarkan artikel ini
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (kanan) dan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, saling bertukar cinderamata (Portal Indonesia/Brd)

BANYUWANGI – Dua bupati perempuan, yaitu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, saling memuji peran media dalam memajukan daerah mereka. Itu terjadi saat pertemuan pada acara kunjungan sejumlah pejabat Pemkab Sleman ke Pemkab Banyuwangi, Selasa malam (2/7/2024).

Kedua bupati tersebut menekankan pentingnya media dalam mempercepat pembangunan dan mengenalkan potensi daerah masing-masing.

Bupati Ipuk Fiestiandani menilai peran media dalam memperkenalkan Banyuwangi, yang dalam 14 tahun terakhir telah melakukan langkah-langkah percepatan pembangunan sehingga Banyuwangi menjadi salah satu tujuan wisata terkenal.

“Tidak bisa dilepaskan peran media. Karena media, Banyuwangi semakin dikenal baik di dalam maupun luar negeri. Sosialisasi percepatan dilakukan dengan kerja sama media,” ujar Ipuk.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tanggal 15 Juli nanti, teman-teman media akan berkunjung ke Sleman. “Supaya teman-teman bisa belajar bagaimana menjadi bagian dalam perkembangan yang masif dalam pembangunan,” tambahnya.

Banyuwangi, yang dahulu dikenal dengan citra mistis dan takut disantet, kini berubah menjadi daerah yang terkenal dengan seni dan budayanya.

“Momentum merubah mindset adalah dengan mengangkat tari Gandrung ke kota-kota. Kami adakan berbagai festival. Semua dilakukan tanpa keterlibatan pihak luar, tetapi dengan mengajak ASN berperan sebagai EO, dan jadi inisiator. Ini dilihat oleh rakyat bahwa birokrasi melakukan perubahan sehingga rakyat pun ikut tergerak,” kata Ipuk.

Salah satu program inovatif Banyuwangi adalah gerakan “Bungadesa” atau bupati ngantor di desa-desa.

Melalui program ini, bupati sering datang ke kantor desa untuk memberi mendengarkan keluhan masyarakat dan memberi berbagai layanan madyarakat.

“Program belanja masalah yang belum bisa diselesaikan, baik infrastruktur, kesehatan, ekonomi, maupun pendidikan. Program ekonomi kerakyatan tetap didukung dengan fokus UMKM. Penguatan desa membuat pemerintah mengkoordinir desa terutama dalam potensinya misalnya laut, budaya, wisata, industri. Desa saling berlomba-lomba memajukan diri dengan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakatnya,” jelas Ipuk.

Baca Juga:  Aktivitas Tambang malam hari di Gunungmalang, Dikeluhkan Warga

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga menekankan pentingnya media bagi daerahnya. “Media adalah sahabat kami. Media akan melaporkan apa yang menjadi perkembangan di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Kustini juga memberikan apresiasi kepada Bupati Ipuk yang dianggapnya sebagai teladan. “Kami kemarin dapat penghargaan TPID dan Governance Award peringkat 3, dan Bu Bupati Banyuwangi peringkat 1. Jadi hebat Bu Bupati yang juga Bu Menteri ini,” ujar Kustini, merujuk kepada Ipuk Fiestiandani yang merupakan istri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Azwar Anas.

Kunjungan ini menegaskan pentingnya peran media dalam membangun dan memajukan daerah, serta memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Keduanya berharap agar kerja sama dengan media terus ditingkatkan demi kemajuan daerah masing-masing. (Brd)

 

*) Ikuti Berita Terbaru Portal Indonesia di Google News klik disini dan Jangan Lupa di Follow.