Portal Jatim

Kesenian Ludruk Ditengah Serbuan Seni Budaya Asing, Cak Wito : Prihatin 

18
×

Kesenian Ludruk Ditengah Serbuan Seni Budaya Asing, Cak Wito : Prihatin 

Sebarkan artikel ini
Kesenian Ludruk Ditengah Serbuan Seni Budaya Asing, Cak Wito : Prihatin 
Pegiat Kesenian Ludruk di Kota Malang, Cak Wito (pakai baju warna merah).

KOTA MALANG – Seiring bergantinya generasi, eksistensi kesenian Ludruk di tengah-tengah masyarakat saat ini kian memprihatinkan.

Sebelumnya, yakni di era tahun 70 – 80an, kesenian ini pernah berjaya. Banyak panggung yang menampilkan pertunjukan kesenian Ludruk di era tahun tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten

Namun saat memasuki tahun 2000an, eksistensi kesenian Ludruk berbanding terbalik jika dibandingkan saat era 70 – 80an.

Saat ini, panggung kesenian Ludruk sangat jarang dijumpai tampil dalam berbagai acara.

Eksistensi kesenian Ludruk dengan kondisi pada era sekarang membuat sedih dan prihatin orang-orang yang hingga saat ini masih bertahan menggeluti kesenian Ludruk.

Seperti penyampaian pegiat seni Ludruk, Suwito Heru Sasmito (74), yang diterima portal-indonesia.com di Kota Malang, Sabtu (24/6/2023).

“Sedih dan prihatin dengan eksistensi kesenian Ludruk saat ini mas,” ungkap pria kelahiran asli Kota Malang yang akrab disapa Cak Wito ini.

Terlebih lagi menurut Cak Wito,  generasi sekarang (milenial), sepertinya enggan untuk menggeluti kesenian dan kebudayaan asli dari Jawa khususnya Ludruk.

“Kalau melihat generasi sekarang, mereka lebih suka dengan seni budaya barat atau budaya asing daripada seni budaya asli Indonesia seperti ludruk ini,” ungkap Cak Wito.

Sementara pelaku seni Ludruk, lanjut Cak Wito, khususnya yang ada di Kota Malang sudah pada meninggal dunia.

“Setahu saya di Kota Malang ini, tinggal saya sendiri mas,” imbuhnya.

Untuk mempertahankan budaya dan kesenian Ludruk, Cak Wito berusaha menggandeng dosen dan mahasiswa fakultas seni dan teater dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di Kota Malang.

“Saya akhir-akhir ini sedang berusaha menggandeng dosen dan mahasiswa fakultas seni teater. Hal ini semata-mata untuk regenerasi dan juga melestarikan seni budaya asli Jawa,” tuturnya.

Disinggung terkait kabar bahwa Polresta Malang Kota mempercayakan kepada Cak Wito sebagai perwakilan kontingen Ludruk dalam event Kapolda Jatim Competation 2023, Cak Wito merasa senang dan antusias menyambut kabar tersebut.

“Alhamdulillah, saya merasa senang bercampur haru. Terimakasih bapak Kapolda Jatim dan Bapak Kapolresta Malang Kota yang telah ikut peduli dan turut melestarikan seni budaya Ludruk. Harapannya akan tumbuh lagi minat dari kaum milenial untuk setidaknya melihat seni budaya ini. Dan besar harapan regenerasi terhadap seni budaya asli Indonesia akan terus terjaga,” pungkasnya.