Portal DIY

Kerugian Bencana Angin Kencang di Sleman Capai Rp 275,8 Juta

2112
×

Kerugian Bencana Angin Kencang di Sleman Capai Rp 275,8 Juta

Sebarkan artikel ini
Kerugian Bencana Angin Kencang di Sleman Capai Rp 275,8 Juta
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo serahkan bantuan kepada salah seorang korban bencana angin kencang di Minggir (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN– Bencana angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah di kabupaten Sleman pada tanggal 3-5 Januari 2024 lalu, tercatat ada 229 pohon tumbang dan beberapa diantaranya menimpa rumah hingga rusak sedang dan ringan dengan total kerugian sebesar Rp 275.810.000,.

Kejadian sebanyak itu, kerusakan terbanyak terjadi di wilayah Kapanewon Minggir dengan total pohon yang tumbang sebanyak 151 pohon dan pepohonan yang tumbang tersebut beberapa diantaranya menimpa rumah hingga rusak ringan dan sedang.

Untuk meringankan beban para korban, Bupati Sleman Kustini Sri Purnono didampingi Kepala Dinas Sosial, Mustadi, Panewu Minggir, Djoko Muljanto dan jajarannya, Minggu (7/1/2024) meninjau beberapa lokasi kerusakan di wilayah Kapanewon Minggir. Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman menyerahkan bantuan dukungan logistik kepada para korban.

Menurut Kustini, bantuan yang diberikan kepada para korban ini merupakan tindak lanjut dukungan dari Pemkab Sleman terhadap penanganan darurat kejadian bencana angin ribut yang melanda Kapanewon Minggir pada kurun waktu tanggal 3-5 Januari 2024.

Sebab, sebelumnya Dinas Sosial dan BPBD Sleman juga telah memberikan bantuan logistik bagi para korban bencana.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meninjau 3 lokasi korban bencana angin kencang, yaitu di Padukuhan Jonggrangan, Sendangmulyo, Padukuhan Dukuhan Sendangagung, dan panti asuhan Darul Takwa di Padukuhan Dalangan Kalurahan Sendangsari.

Kerugian Bencana Angin Kencang di Sleman Capai Rp 275,8 Juta

Kustini juga memberikan bantuan logistik sebanyak 25 paket yang akan didistribusikan kepada korban yang belum mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD Sleman.

Kustini juga mengajak masyarakat bersama RT , RW, Dukuh, tokoh masyarakat dan lurah bersama Relawan setempat, untuk bergotong royong membenahi bangunan rumah yang rusak.

“Saya minta pak Panewu dan jajarannya dapat segera mendata ulang pohon besar yg berpotensi roboh dekat rumah/bangunan maupun dekat jaringan listrik, untuk segera dilakukan mitigasi dengan pemangkasan cabang atau penebangan pohon,” jelasnya.

Panewu Minggir, Djoko Muljanto melaporkan, data assement kerugian dan biaya perbaikan bangunan sedang disusun dan dilengkapi di tingkat kalurahan>Selanjutnya akan segera dikirim ke BPPD Sleman untuk dimintakan bantuan ke Baznas.

“Atas kejadian ini, kami menghimbau kepada masyarakat untuk menginventarisir potensi bahaya pohon tumbang dan rawan tumbang, sehingga nanti dengan kearifan lokal dapat dilakukan penanganan sehingga tidak menimbulkan korban dan dampak kerugian bagi masyarakat. Mana yang perlu ditebang mana yang perlu dipangkas akan kami rembug dengan masyarakat dan relawan,” kata Joko. (Brd)