Portal DIY

Kendalikan Inflasi, Pemkab Sleman Gelar Pasar Murah di Empat Lokasi

1086
×

Kendalikan Inflasi, Pemkab Sleman Gelar Pasar Murah di Empat Lokasi

Sebarkan artikel ini
Kendalikan Inflasi, Pemkab Sleman Gelar Pasar Murah di Empat Lokasi
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo layani pembelian beras di pasar Murah (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman mengagendakan pasar murah di empat lokasi pada Februari ini. Agenda pasar murah bertajuk “Sembako Murah Menyenangkan Seluruh Masyarakat” (Semar Mesem Berase Murah) ini dimulai di Lapangan Sanggrahan,kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Rabu (21/2/2024).

“Diselenggarakanya pasar murah ini, diharapkan dapat menekan harga sembako di pasaran umum serta sebagai upaya untuk mengendalikan laju inflasi,” kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo ketika menghadiri pasar murah di lapangan Sanggrahan Mlati..

Selain menjual beras medium dan premium, pada pasar murah ini disediakan sejumlah komoditas lainnya, seperti gula pasir, minyak goreng dan telur ayam.

Menurut Kustini, setelah menyelenggarakan pasar murah pada Februari ini, Pemkab Sleman juga akan menggelar agenda serupa menjelang hari raya Idul Fitri di 17 kapanewon.

“Untuk pelaksanaan kegiatan ini sudah dianggarkan, dan hal ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat,” kata kustini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, pada Februari ini diagendakan pasar murah diselenggarakan di empat lokasi.

Kendalikan Inflasi, Pemkab Sleman Gelar Pasar Murah di Empat Lokasi

Yaitu, setelah di laksanakan di Lapangan Tirtoadi, akan dilaksanakan di Lapangan TGP Margoluwih, Seyegan, pada 22 Februari 2024, Lapangan Donokerto, Turi pada 26 Februari 2024, dan di Lapangan Raden Ronggo, Kalasan, pada 27 Februari 2024.

Pasar murah ditujukan bagi warga dengan kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Sleman. “Pembelian dibatasi. Yaitu, satu orang satu KTP, biar merata,” ujar Rusmi.

Menurut Mae Rusmi, untuk pasar murah pada Februari ini diberikan reduksi biaya distribusi sebesar Rp 3.000 untuk komoditas beras, gula pasir, dan telur ayam ras. Penyediaan komoditas untuk pasar murah itu bekerja sama dengan sejumlah pihak.

Pada pasar murah tahap satu, TPID Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Perum Bulog, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), pelaku usaha beras Bu Tami, pelaku usaha minyak goreng UD BM, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Kabupaten Sleman.

Untuk kegiatan pasar murah tahap satu ini, Bulog menyediakan 12 ton beras SPHP, 8 ton beras premium, dan 8 ton gula pasir. Gapoktan menyediakan 4 ton beras premium dan 4 ton beras medium, sedangkan Bu Tami menyediakan 8 ton beras premium. Adapun Pinsar menyiapkan 4 ton telur ayam dan pelaku usaha minyak goreng UD BM menyediakan 6.000 liter minyak goreng.

Rusmi mengatakan, pembelian beras non-SPHP dibatasi maksimal 10 kilogram per orang dan beras SPHP dibatasi maksimal 5 kilogram per orang. Untuk pembelian gula pasir dibatasi maksimal 2 kilogram per orang dan pembelian telur ayam dibatasi maksimal dua kilogram per orang. (Brd)