Keberadaan Pabrik Konveksi di Kawasan Perum PSK Gentong Disoal Warga

Keberadaan Pabrik Konveksi di Kawasan Perum PSK Gentong Disoal Warga
Lokasi PT RIG di jalan Raden Patah dan berdampingan dengan Perum PSK Gentong.

PASURUAN –Sejumlah warga Perumahan Pondok Surya Kencana (PSK) Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, mempersoalkan keberadaan sebuah pabrik bergerak di bidang konveksi yang berada di dekat perumahan tersebut.

Mereka (warga) Perum PSK 1 khususnya di blok A dan AB di RT 03 RW 05 sudah kurang lebih 2 tahun ini merasa terganggu dengan suara dan getaran yang ditimbulkan dari mesin produksi perusahaan yang memiliki ratusan karyawan tersebut.

Terlebih lagi menurut mereka (warga), suara dan getaran yang ditimbulkan dari mesin produksi pabrik itu sangat mengganggu saat hari libur (tanggal merah) atau jam-jam istirahat (tidur).

“Getaran mesin itu yang sangat mengganggu, dan pernah dulu ada mediasi antara perusahaan dengan warga yang berdampak namun tetap dilanggar dan terkesan kambuh-kambuhan. Sekarang peruntukan bangunan ini untuk apa, itu saja”, kata SF, salah satu warga setempat selaku ibu rumah tangga, pada Minggu (22/8) siang.

Dirinya juga menceritakan pengalaman sebelumnya, yang mana atap rumahnya pernah kejatuhan bongkahan batu hingga tembus kedalam ketika perusahaan melakukan pembangunan atau rehab.

“Pernah atap rumah saya kejatuhan batu segitu besar dan hampir kena kepala pembantu saya, dan suami saya marah-marah. Pokoknya kita sudah jenuh dengan situasi seperti ini, sampai saya pernah mengungsi ke Probolinggo rumah ibu saya selama lima (5) bulan,” pungkasnya.

Diketahui, bahwa pabrik konveksi itu milik PT Ravatex Indo Garment (RIG) yang letaknya berhimpitan dan berdampingan langsung dengan bangunan rumah milik warga perum setempat.

Masih menurut keterangan warga setempat, berdasarkan dengan kesepakatan bersama sebelumnya, ada komitmen persyaratan yang harus dilaksanakan oleh perusahaan konveksi tersebut.

Namun perusahaan tersebut diduga tidak melaksanakan pemenuhan komitmen persyaratan kepada DPMPTSP Kota Pasuruan.

“Tuntutan kami dari warga saat itu jangan berisik, jam operasional dibatasi karena sampai malam bahkan jam dua (2) dan jam tiga (3) pagi,” sahut SN, warga sekitar yang juga terdampak.

Untuk itu, warga meminta agar perusahaan konveksi tersebut pindah dan mencari lokasi lain

“Yang jelas lokasi sebelumnya hanya untuk gudang, dan intinya kali ini kami dari warga minta agar perusahan pindah ke tempat lain. Untuk pemenuhan komitmen saya rasa satu tahun kan sudah selesai, dan ini sudah dua (2) tahun loh”, tandas SN.

Sejauh ini warga setempat juga pernah mengadukan persoalan tersebut kepada pihak Pemerintah Kota Pasuruan melalui instansi-instansi terkait, DPRD Kota Pasuruan dan bahkan ke Wali Kota Pasuruan. Namun hingga saat ini, belum ada upaya dan tindakan nyata.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak terkait yang bisa dimintai keterangannya. (Eko/Ghana)

Tinggalkan Balasan

error: