Kapolda Sumsel Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun dan Vaksinasi Dosis 3

Kapolda Sumsel Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun dan Vaksinasi Dosis 3
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Toni Harmanto, M.H., didampingi Karoops Polda Sumsel Kombes Pol. Drs. Kamaruddin, M.Si., saat melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan vaksinasi dosis 3 (Booster) di Gedung Eks Giant Soeta Palembang, Rabu (19/01/2022)

PALEMBANG – Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Toni Harmanto, M.H. didampingi Karoops Polda Sumsel Kombes Pol. Drs. Kamaruddin, M.Si., melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan vaksinasi dosis 3 (Booster) bertempat di Gedung Eks Giant Soeta Palembang, Rabu (19/01/2022)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Trisasono, S.I.K., Kabiddokkes Polda Sumsel Kombes Pol. dr. Syamsul Bahar, M.Kes., Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. M. Ngajib, S.I.K., M.H., Dandim 0418/Palembang Letkol Inf Sumarlin Marzuki, S.E. dan Kadinkes Kota Palembang dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes.

Sebelum melakukan peninjauan vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun dan vaksinasi dosis 3 (Booster) bertempat di Gedung Eks Giant Soeta Palembang tersebut, Kapolda Sumsel bersama pejabat utama yang hadir mengikuti kegiatan vaksinasi secara serentak melalui video conference yang disampaikan langsung oleh Kapolri dari Kantor Bupati Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat,

Sementara itu Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Drs. Toni Harmano, MH., melalui Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Drs. Supriadi, MM., menekankan soal syarat wajib untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia soal Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi anak-anak.

Menurutnya, ada dua yang harus dipenuhi untuk mengimplementasikan kebijakan itu, yakni, target vaksinasi masyarakat umum harus 70 persen dan kelompok lanjut usia (lansia) wajib 60 persen.

“Pemerintah saat ini telah memberikan kebijakan PTM 100 persen, dimana tentunya untuk melaksanakan PTM 100 persen dan vaksinasi anak, maka target pencapaian vaksinasi masyarakat umum 70 persen dan lansia 60 persen harus terpenuhi,” kata Supriadi dalam jumpa pers.

Dia menjelaskan, proses belajar mengajar anak secara tatap muka langsung merupakan hal yang sangat penting. Mengingat, hampir dua tahun semenjak Pandemi Covid-19, generasi bangsa kehilangan momentum tersebut.

Namun di sisi lain, Supriadi menyatakan, guna mewujudkan pembelajaran secara tatap muka langsung, harus ada jaminan kesehatan dan imunitas terhadap anak dari bahaya paparan Virus Corona. Salah satunya adalah dengan memberikan suntikan vaksin.

Penguatan imunitas terhadap anak, katanya, juga akan memberikan jaminan kesehatan kepada orang tua dan orang-orang yang ada di dalam lingkungan keluarganya. Sehingga, tidak perlu ada rasa khawatir munculnya klaster keluarga ketika PTM 100 persen diberlakukan.

“Kita ingin anak-anak kita segera melaksanakan tatap muka. Namun disisi lain, kita harus yakin anak-anak kita sudah dibekali vaksinasi atau imunisasi, sehingga memiliki imunitas dan kekebalan. Saat melaksanakan aktivitas aman tidak menjadi carrier, karena saat kembali biasanya bertemu orang tua, nenek atau kakek. Dan juga memiliki posisi rentan apabila tidak diberikan imunisasi atau vaksinasi,” tutupnya

error: