Kades Tawangsari Mengaku Tarik Biaya untuk Sertifikasi Tanah Gratis

Kades Tawangsari Mengaku Tarik Biaya untuk Sertifikasi Tanah Gratis
Ilustrasi sertifikat tanah

PURWOREJO – Pemerintah Desa Tawangsari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo mengakui adanya tarikan biaya dari masyarakat yang menjadi peserta sertifikasi tanah gratis, yang merupakan program dari pemerintah. Dana yang ditarik mencapai puluhan juta rupiah, hingga menimbulkan pertanyaan dari masyarakat.

Kepala Desa Tawangsari, Slamet M mengungkapkan, penarikan biaya untuk sertifikasi gratis dari pemerintah, untuk pelaku UKM, umum dilakukan. Pasalnya, tidak semua biaya ditanggung pemerintah.

“(biaya yang dikenakan kepada enam puluh peserta sertifikasi tanah gratis,red) Rp 680.000,” katanya singkat, belum lama ini.

Biaya tersebut, kata Slamet, dipergunakan untuk membeli dan memasang patok, kebutuhan materai, biaya saksi, dan lain-lain, menjadi tanggungan pemilik tanah.

Camat Kaligesing, Hariyono, saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku tidak mengetahui terkait penarikan biaya kepada peserta sertifikasi gratis bagi pelaku UKM, yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Tawangsari.

“Saya tidak tahu (detail) mengenai hal itu (penarikan biaya),” ungkapnya.

Namun demikian, Hariyono, mengetahui adanya program sertifikasi gratis tersebut. Terdapat lima desa yang menjadi peserta.

Sementara itu, Sie Penataan dan Pemberdayaan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Purworejo, Joko Purwanto, mengatakan, tidak berkomentar banyak. Namun menurutnya, biaya yang seharusnya dikeluarkan oleh peserta, cukup sebatas kebutuhan prasertifikasi.

“Seperti patok, materai, dan lain-lain,” katanya. (Fauzi)

error: