Portal Jateng

Warga Desa Jemur Minta Kadesnya Mundur, Ini Alasannya

969
×

Warga Desa Jemur Minta Kadesnya Mundur, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Jemur Minta Kadesnya Mundur, Ini Alasannya
Warga Desa Jemur saat menggelar unjukrasa terkait pengelolaan Dana Desa (Wah/Portal Indonesia)

KEBUMEN – Ratusan masyarakat Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan, Kebumen menggelar unjuk rasa di depan balai desa setempat, menuntut transparansi Pemdes Jemur tentang pengelolaan Dana Desa yang disinyalir tidak sesuai dengan RAPBDes.

Aksi unjukrasa ini dilakukan oleh sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Forum Pemuda Jemur Pejagoan dan Aliansi Jemur Bangkit, Rabu (16/03/2022).

Scroll kebawah untuk lihat konten

Aksi yang ternyata digelar sudah kesekian kalinya tersebut, kali ini warga menyegel paksa kantor Desa Jemur dan menuntut supaya Kepala Desa Jemur, Tunjangsari mundur dari jabatannya.

Akhirnya guna meredam konflik, Kepala Desa Jemur Tunjangsari memutuskan mundur dari jabatan Kepala Desa Jemur. “Ini saya tempuh supaya Desa Jemur kondusif, jadi mulai hari ini saya mundur,” katanya saat ditemui di Mapolres Kebumen

Ketika disinggung terkait APBDes Jemur yang dipersoalkam, Tunjang mengungkapkan, seluruh uang desa dia serahkan kepada Kaur Keuangan untuk mengalokasikan dana tersebut ke pos pos yang sesuai dengan RABBDes.Namun pelaksanaanya Kaur Keuangan tidak melakukanya dan uang tersebut tidak di serahkan ke PK sehingga anggaran yang di keluarkan tidak sampai dan program Desa Jemur tidak terealisai di tahun 2021.

“Memang saya akui saya teledor tentang keuangan, saya terlalu percaya pada kaur keuangan karena NU adalah seorang ustad di Desa Jemur, kita tunggu saja supaya dia (Kaur Keuangan) menjelaskan Dana Desa dikemanakan, supaya masyarakat mendapatkan kejelasan,” katanya

Sementara terkait dilaporkannya dia ke kepolisian, ia menyatakan akan kooperatif dan mentaati sesuai aturan hukum yang berlaku.

Saat berita ini di turunkan wartawan Portal Indonesia belum bisa menemui Kaur Leuangan Desa Jemur karena sedang keluar kota. (Wah)