Berita  

Jenderal Indonesia di Roma : Kunjungan Pastoral ke Keluarga Perlu Dihidupkan Lagi

Jenderal Indonesia di Roma : Kunjungan Pastoral ke Keluarga Perlu Dihidupkan Lagi
Delegasi PWKI foto bersama Paus Fransiskus (Ist)

ROMA – Para imam yang berkarya di paroki harus menghidupkan kembali kunjungan pastoral ke rumah-rumah umat. Dengan kunjungan ke keluarga, seorang imam akan tahu situasi setiap keluarga.

“Begitu juga kalau ada anak-anak di dalam keluarga, ia bisa menumbuhkan benih-benih panggilan,” tutur sorang jenderal di Roma kepada delegasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) yang mengadakan kunjungan resmi ke Vatikan, pertengahan November 2022 lalu.

Delegasi PWKI ke Vatikan dipimpin oleh Mayong Suryolaksono sebagai Ketua Delegasi,  didampingi AM Putut Prabantoro, penasihat sekaligus Pendiri PWKI. Dalam kunjungan itu, PWKI beraudiensi langsung dengan Paus Fransiskus (16/11/2022),  Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin dan Presiden Dikasteri Hubungan Antaragama untuk Vatikan Kardinal Miguel Ayuso (15/11/2022). Kunjungan ini terwujud atas  dukungan Pastor Markus Solo SVD sebagai penerjemah & Liasion Officer  dan Lina Yanti Dilliane, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Vatikan.

Jenderal yang dimaksud adalah Mgr Laurentius Tarpin, Magister General atau sering disebut Superior Jenderal, yakni pemimpin tertinggi Ordo Sanctae Crucis (Ordo Salib Suci/OSC) sedunia di Roma, Minggu (20/11/2022). Jenderal ini berasal dari Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.

Mgr Tarpin –demikian ia akrab disapa– mengungkapkan hal tersebut menanggapi tentang upaya menumbuhkan benih panggilan hidup religius yang mulai menurun utamanya di kota-kota besar di Jawa.

Berdasarkan pengalaman pribadi, ia dulu tertarik menjadi imam karena waktu  kecil ada pastor misionaris yang setiap Minggu  mengunjungi keluarganya. Dari situ kemudian Tarpin kecil yang saat itu masih SD bercita-cita menjadi imam.  “Pengalaman perjumpaan dengan misionaris itu rupanya tertanam dalam diiri saya. Begitu lulus SMP saya langsung daftar masuk seminari,” tutur Mgr Tarpin.

Karena itulah, tandas dia, bagaimana para pastor itu menghidupakan kembali kunjungan pastoral ke rumah-rumah menjadi hal penting.

Jenderal Indonesia di Roma : Kunjungan Pastoral ke Keluarga Perlu Dihidupkan Lagi

Mgr Tarpin mengakui animo untuk memasuki hidup religius kini mulai menurun. Strategi para imam yang perlu dilakukan pertama adalah bagaimana hidup para imam sendiri menjadi sesuatu yang menarik.

“Saya ingat amanat Paus Fransiskus bahwa kita sebagai kaum religius harus menampilkan wajah sukacita karena pengalaman perjumpaan dengan Kristus. Itu yang seharusnya dipancarkan para imam untuk menarik minat umat memenuhi panggilan hidup membiara,” kata Mgr Tarpin.

Kedua, imam  harus punya strategi  mempromosikan panggilan itu sendiri dan mencari daerah-daerah yang masih banyak memiliki orang muda yang tertarik menjadi imam. “Sepeti kami di OSC itu kami banyak menerima panggilan dari Sumatera, dan Pulau Nias,” jelasnya.

Blessing in Disguise Pandemi

Menyinggung Covid-19 yang melanda dunia selama 2 tahun terakhir termasuk di Roma, Italia, Mgr Tarpin memandang bahwa pandemi justru sebuah blessing in disguise.

Menurut dia, pandemi telah memunculkan berbagai bakat terpendam para imam di Biara OSC khususnya. Pengalaman selama pandemi membuat Mgr Tarpin dan para biarawan pandai memasak.

“Karena waktu pandemi awal, otomatis tidak ada karyawan lagi selain kami para biawaran. Empat bulan tanpa karyawan mau tidak mau semua hal harus kami kerjakan sendiri termasuk memasak itu. Jadi pandemi membuat bakat-bakat terpendam kami bermunculan semua. Situasi terdesak membuat kreativitas timbul. Pandemi bisa kami katakan blessing in disguise,” ujar Mgr Tarpin.

Pandemi juga membuat Mgr Tarpin makin khusyuk melakukan hobinya yaitu mendengarkan musik dan membaca. “Bahkan saya juga menulis buku  dan sudah di-publish di Kanisius,” bebernya.

Torehkan Sejarah OSC

Lahir di Cisantana, Kuningan, Jawa Barat pada 8 Maret 1969, Mgr Laurentius Tarpin menorehkan sejarah Ordo Salib Suci atau OSC. Mgr Tarpin adalah orang Indonesia pertama yang menduduki pucuk pimpinan tertinggi ordo berdiri pada 1210 ini.

Ia terpilih sebagai Magister General OSC ke-58 untuk periode 2015-2021 pada Kapitel Jenderal OSC, Juli 2015 yang dihadiri para delegasi OSC dari Amerika Serikat, Eropa, Brazil, Kongo dan Indonesia di Rumah Retret Pratista, Cimahi, Jawa Barat (Jabar).

Mgr Laurentius Tarpin OSC menggantikan Magister General OSC sebelumnya, yaitu Mgr Glen Lewandowski OSC.

Selama kepemimpinannya, Mgr Tarpin telah menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah dan tanggung jawab untuk pengembangan OSC. Ia juga bekerja keras untuk menjaga kesatuan ordo, memperhatikan kesejahteraan ordo, dan mengunjungi semua anggota OSC di seluruh dunia minimal satu kali dalam masa jabatannya.

Kepemimpinan Mgr Tarpin selama 6 tahun dianggap berhasil. Terbukti biarawan Krosier ini terpilih kembali menjadi pemimpin OSC sedunia pada 29 April 2022 yang lalu, bertempat di Kapel Casa Divin Maestro, Ariccia, Roma.

Pemilihan itu merupakan rangkaian dari Kapitel General OSC yang dilaksanakan pada 20 April-4 Mei 2022.

Setelah berdoa dan disermen meminta tuntunan Roh Kudus, para delegatus Kapitel General OSC 2022 (yang berasal dari Amerika Serikat, Brazil, Eropa, Kongo, dan Indonesia), akhirnya memutuskan untuk memilih kembali Mgr Laurentius Tarpin, OSC sebagai Magister General OSC. (*/bams)

error: